Indragiri Hulu

Pencabulan Paling Banyak, Disusul Persetubuhan dan Perkosaan, Kasus yang Ditangani Dinas PPPA Inhu

Sepanjang tahun 2018 lalu, kasus pencabulan yang paling banyak ditangani oleh Dinas PPPA Kabupaten Inhu.

Pencabulan Paling Banyak, Disusul Persetubuhan dan Perkosaan, Kasus yang Ditangani Dinas PPPA Inhu
tribunpekanbaru/byntonsimanungkalit
Dinas PPPA Inhu mengunjungi dan mendampingi dua orang anak yang menjadi saksi korban pembunuhan ibunya di Kecamatan Peranap beberapa waktu lalu. 

TRIBUNINU.COM, RENGAT- Sepanjang tahun 2018 lalu, kasus pencabulan yang paling banyak ditangani oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Inhu.

Ada 16 kasus pencabulan, disusul kasus persetubuhan 9 kasus dan perkosaan sebanyak 8 kasus.

Demikian disampaikan Kepala Dinas PPPA,Wardiati, Rabu (23/01/2019).

Wardiati menyampaikan, berbeda dengan tahun 2017, paling banyak ditangani adalah penjambretan atau pencurian sebanyak 10 kasus, perkosaan 9 kasus, dan persetubuhan 8 kasus.

Di 2018, terjadi kasus yang tidak pernah terjadi di 2017, diantaranya sodomi, aborsi, penganiyaan, pornografi, narkoba dan kekerasan fisik.

Di awal tahun 2019 ini, Dinas PPPA sudah menangani lima kasus.

Kepala Dinas PPPA,Wardiati menyampaikan, penurunan kasus tersebut juga menggambarkan kesadaran masyarakat yang terus meningkat.

"Sosialisasi yang terus kita lakukan meningkatkan kesadaran masyarakat," katanya, Rabu (23/1).

Dalam menangani kasus, Dinas PPPA Inhu juga bermitra dengan Polres Inhu.

Disamping itu, Dinas PPPA juga memiliki P2TP2A yang terdiri dari berbagai kalangan profesi sehingga maksimal memberikan pendampingan kepada perempuan dan anak yang menjadi korban.

Tahun 2019 ini, Dinas PPPA juga menganggarkan rumah aman bagi para korban.

"Jadi tahun 2019 ini ada anggaran sebesar Rp 18 juta untuk penyediaan rumah aman bagi para korban. Rumah aman ini sangat perlu untuk keselamatan anak dan perempuan yang menjadi korban selama penanganan kasus. Ini sebagai bentuk antisipasi saja," kata Wardiati.

Ditambahkannya, penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang 2018 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menurun bila dibandingkan 2017.

Dari data yang disampaikannya, jumlah penanganan kasus kekerasan di 2018 sebanyak 57 kasus.

Pada tahun 2017, Dinas tesrebut menangani 62 kasus. Sehingga terjadi penurunan 5 kasus. (*)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved