Polisi Dalami Kasus Postingan Facebook yang Tuding Bupati Inhil HM Wardan Punya Simpanan

Dalam foto yang ditampilkan memperlihatkan seorang perempuan yang sedang selfie bersama 4 perempuan lain di belakangnya.

Polisi Dalami Kasus Postingan Facebook yang Tuding Bupati Inhil HM Wardan Punya Simpanan
tribunpekanbaru
Screenshoot akun Facebook yang diduga melempar fitnah kepada Bupati Inhil, HM Wardan 

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHAN – Polres Inhil masih mendalami kasus beredarnya postingan Facebook yang berisikan foto – foto penghinaan terhadap Bupati Inhil HM Wardan.

Kapolres Inhil, AKBP Christian Rony Putra, S.IK, MH melalui Kasat Reskrim, Akp, Indra Lamhot Sihombing, membenarkan adanya informasi pelanggaran terhadap UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Menurutnya, saat ini pihaknya masih mendalami dan mengumpulkan keterangan sembari menunggu laporan resmi oleh pihak – pihak yang dirugikan terkait postingan tersebut.

“Semoga dalam waktu dekat, kita sudah bisa mengambil tindakan sesuai peraturan perundang undangan yang ada,” ujarnya, Jum’at (25/1/2019).

Beberapa waktu terakhir, masyarakat Inhil dihebohkan oleh akun Facebook yang memposting foto bertuliskan 'Pela*** Wardan.'

Dalam foto yang ditampilkan memperlihatkan seorang perempuan yang sedang selfie bersama 4 perempuan lain di belakangnya.

Baca: Ada Akun Facebook Tuding Bupati Inhil Punya Simpanan Guru, Ini Sikap Bupati HM Wardan

Baca: VIDEO : Gemarak Minta Polda Riau Usut Dugaan Korupsi Pemasangan Pipa PDAM di Inhil

Baca: Diduga Menghina Probowo, Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu. Berikut 4 Fakta Dugaan Penghinaan Tersebut

Tidak hanya bertuliskan kata–kata tidak senonoh tersebut, foto Bupati Inhil HM Wardan pun ikut disandingkan dengan foto tersebut hingga menjadi kolase.

Menanggapi foto tersebut, Bupati Inhil, HM Wardan, mengaku kaget dan merasa fitnah dilayangkan kepadanya oleh oknum warganet yang tidak bertanggung jawab.

Tidak mau tinggal diam, Wardan pun menginstruksikan jajarannya untuk menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan Polres Inhil.

“Itu sesuatu yang keji dan sama sekali tidak benar. Itu murni hoaks. Saya berharap pihak berwenang dapat segera menindaklanjuti hal tersebut. Saya tidak ingin muncul persepsi negatif di kalangan masyarakat tentang diri Saya selaku kepala daerah,” ujar Wardan, Jumat (25/1/2019) pagi.

Halaman
12
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved