Pekanbaru

Didemo Mahasiswa, Syafri Harto Pastikan Tidak Ada Lagi Acara Nikahan Memakai Gedung di Kampus

Dekan FISIP UR, Dr Syafri Harto, MSi menyambut langsung aksi demo yang disebut para mahasiswa sebagai aksi ku

Didemo Mahasiswa, Syafri Harto Pastikan Tidak Ada Lagi Acara Nikahan Memakai Gedung di Kampus
Tribun Pekanbaru/Alex Sander
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Riau, Syafri Harto menandatangani tuntutan demo di punggung salah seorang mahasiswa, salah satu tuntutannya tidak menggunakan gedung untuk kegiatan nikahan, Senin (11/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Riau, Dr Syafri Harto, MSi menyambut langsung aksi demo yang disebut para mahasiswa sebagai aksi kupas tuntas, terkait penggunaan salah satu gedung fakultas untuk acara nikahan, Senin (11/2/2019).

Setelah mendengar aspirasi dan tuntutan para mahasiswa, Syafri Harto kemudian mengklarifikasi tentang keberadaan gedung yang dipakai untuk nikahan tersebut, yakni gedung Sutan Balia, bahwa bukan berasal dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa.

"Itu berasal dari sumbangan alumni dari Bengkalis. Namun untuk pendopo bagian belakang itu memang uang dari mahasiswa," jelasnya.

Baca: KISAH Mahasiswi Cantik Asal Pekanbaru Menulis Buku dan Kuliah, Lakoni Beberapa Pekerjaan Sekaligus

Namun demikian, Syafri Harto menyatakan akan memenuhi tuntutan para mahasiswa seluruhnya, termasuk untuk memperbaiki pelayanan pihak kampus kepada para mahasiswa, yang menjadi salah satu tuntutan mereka.

Tapi Syafri tetap memberi catatan, bahwa, masih ada dua lagi resepsi pernikahan yang harus dilaksanakan, apalagi acara tersebut merupakan resepsi salah seorang petinggi di fakultas tersebut salah satu mantan Dekan Fisip. Apalagi undangan sudah dicetak.

Namun para mahasiswa tetap tidak terima. Karena jika pihak Dekan menyetujui tuntutan mahasiswa, harusnya tidak ada catatan lagi, apalagi para mahasiswa selama ini sudah cukup banyak mengalah, kegiatan mereka harus diundur, dialihfungsikan dan lainnya.

"Kalau memang undangan sudah tercetak, kami minta itu menjadi tanggung jawab pihak fakultas," kata Abi, selaku juru bicara aksi tersebut.

Karena sama-sama bersikukuh dengan pendapat masing-masing, akhirnya pihak Dekan mengalah, dan bersedia menandatangani tuntutan mahasiswa seluruhnya, setelah pihaknya mengkonfirmasi pihaknyang akan mengadakan resepsi pada saat itu juga.

"Kami audah hubungi yang bersangkutan, dan beliau bersedia mengalah. Jadi, saya setujui semua tuntutan tersebut," ujar Syafri sembari meminta berkas yang sudah disiapkan para mahasiswa.

Halaman
12
Penulis: Alex
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved