Jangan Sembarangan Tindik Hidung, Wanita Ini Nyaris Tewas, Kini Bergantung Hidup dengan Kursi Roda

Jangan sembarangan menindik hidung karena bisa berisko kematian. Perempuan ini contohnya yang mengalami lumpuh akibat infeksi tindikan di hidung

Jangan Sembarangan Tindik Hidung, Wanita Ini Nyaris Tewas, Kini Bergantung Hidup dengan Kursi Roda
facebook
Jangan Sembarangan Tindik Hidung, Wanita Ini Nyaris Tewas, Kini Bergantung Hidup dengan Kursi Roda 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Peristiwa berikut ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua bagaimana bahayanya menindik hidung sembarangan. 

Menindik hidung tanpa didampingi ahlinya atau melalui cara kedokteran akan sangat berisiko.

Tidak hanya terjadinya infeksi bahkan lebih dari itu bisa saja mengancam nyawa akibat tindikan diarea yang sensitif tersebut

Baca: Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan, Mbah Mentil Dibunuh Pacarnya, Korban Disetubuhi kemudian Dicekik

Baca: Belum Ada Kejelasan, Hampir 4000 Ketua RT dan RW di Pekanbaru Menanti Pembayaran Insentif

Baca: Gunakan Bahu Jalan, Satpol PP Pekanbaru Tertibkan Pedagang di Depan Pasar Arengka

Seperti kisah seorang perempuan muda di Brasil kini harus menggantungkan hidupnya pada kursi roda untuk menopang aktivitasnya sehari-hari.

Semua itu berawal ketika dia menindik hidungnya, yang kemudian membuatnya terinfeksi bakteri.

Diwartakan Daily Mail, Rabu (13/2/2019), Layane Dias menindik hidungnya pada Juli 2018, ketika dia berusia 20 tahun.

Dia mengaku tindikannya berdarah dan bengkak, namun dia mengabaikannya.

Lama kelamaan, dia mengalami demam. Usai demamnya menghilang, Diias mulai merasakan sakit yang serius di kakinya hingga menyebabkan mati rasa di di seluruh tubuhnya.

Dia bahkan tidak bisa berjalan. Tim dokter awalnya kesulitan memberikan dianosis yang tepat hingga akhirnya menemukan bakteri bernama Staphylococcus aureus di aliran darahnya.

Baca: XL Axiata Tawarkan KUOTA INTERNET Tanpa Batas Waktu dan Tanpa Hangus, Hadirkan Kartu Perdana Go Izi

Baca: Bocah Ini Masih Melihat Kepala Pamannya Menyembul Sebelum Ditarik ke Dalam Air oleh Seekor Buaya

Lalu dokter menanyakan padanya mengenai kemungkinan dia memiliki luka di hidungnya, sebab area itu menjadi lokasi bakteri biasanya berkembang.

Halaman
12
Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved