Realiasi Investasi Riau Turun 8,5 Persen, 2018 Investor Masih Wait and See di Tahun Politik

DPMPTS Provinsi Riau, mencatat total Realisasi Investasi Tahun 2018 di Riau yakni sebesar Rp22,9 trilliun.

Realiasi Investasi Riau Turun 8,5 Persen, 2018 Investor Masih Wait and See di Tahun Politik
Grafis Tribun/Didik Ahmadi
Ilustrasi 

Realiasi Investasi Riau Turun 8,5 Persen, 2018 Investor Masih Wait and See di Tahun Politik

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dinas Penanaman Modal Pelayana Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) Provinsi Riau, mencatat total Realisasi Investasi Tahun 2018 di Riau yakni sebesar Rp22,9 trilliun.

Hal itu disampaikan oleh Kapala Dinas (Kadis) DPMPTSP Provinsi Riau, Evarefita, pada seni (4/3/2019).

Angka realisasi investasi tersebut, menandakan Provinsi Riau menduduki posisi ke-9 dengan dengan persentase 3,17 dari total realisasi investasi secara nasional sebesar Rp 721,3 triliun.

"Memang tak sesuai target kita di awal tahun 2018 kemarin. Dan naisonal realisasinya 94 persen dari target Rp 765 Triliun," ungkap Evarefita.

Ia merinci, data realisasi investasi Provinsi Riau 2019 baik itu yang berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) untuk periode tahun 2018 lalu mencapai 97,07 persen.

Baca: All England 2019: Ini 46 Gelar Pernah Dibawa Pulang Pebulu Tangkis Indonesia, Siapa Paling Banyak?

Dimana total target realisasi yang ditetapkan saat itu sebesar Rp 23,6 triliun.

"Jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2017 memang 2018 ini mengalami penurunan sebesar 8,5 persen atau Rp. 2,11 triliun," ujarnya.

Total realisasi investasi PMDN Riau tahun 2018 mencapai Rp 9,1 triliun, mengalami penurunan sebesar 16,34 persen dibandingkan tahun 2017 yang sebesar Rp 10.83 triliun.

Sementara realisasi investasi PMA tahun 2018, DPMPTS Riau mencatat sebesar US$ 1.032,88 juta atau setara dengan Rp.13,8 triliun. Terjadi penurunan 2,66 persen dibandingkan realisasi investasi PMA tahun 2017 yang sebesar US $ 1061,10 juta.

"Realisasi investasi tahun 2018 ini merupakan cerminan dari upaya tahun sebelumnya. Kurangnya eksekusi implementasi kebijakan pada tahun lalu berimbas pada perlambatan investasi tahun berikutnya. Di samping adanya hambatan dari factor eksternal. Transisi perizinan ke system Online Single Submission (OSS) sedikit banyaknya juga mempengaruhi tren perlambatan investasi di tahun 2018," papar Evarefita.

Meski demikian, DPMPTSP Riau percaya percaya bahwa realisasi investasi di tahuun 2019 akan meningkat seiring dengan adanya pembenahan system OSS dan kebijakan pro investasi yang lebih bergairah dari tahun sebelumnya.

Baca: Usia Harimau Sumatera yang Serang Warga di Kecamatan Gaung Inhil Riau Diduga di Bawah 2 Tahun

Adapun beberapa faktor penyebab menurunnya realisasi investasi Riau pada tahun 2018 lalu sebut Evarefita, di antaranya dipengaruhi belum disahkankannya beberapa Rencana Tata Ruang Wlilayah (RTRW) Kabupaten/Kota di Riau, pelaku usaha masih menunggu dan melihat (wait and see) sebelum melakukan investasi di tahun politik, dan investor yang cenderung melakukan pengalihan dana ke tempat yang aman (save heaven). (tribunpekanbaru.com/ Hendri Gusmulyadi)

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Hendri Gusmulyadi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved