Bawa 30 Ribu Butir Ekstasi, Empat Orang Divonis 20 Tahun, Satu Lagi Seumur Hidup

Pengadilan Negeri (PN) Dumai menjatuhkan hukuman penjara bagi lima orang yang dianggap terbukti memiliki 30 ribu butir ekstasi.

Bawa 30 Ribu Butir Ekstasi, Empat Orang Divonis 20 Tahun, Satu Lagi Seumur Hidup
tribun pekanbaru
Suasana sidang lima terdakwa kasus narkoba dengan barang bukti 30 ribu pil ekstasi di PN Dumai beberapa haru lalu. Empat terdakwa divonis 20 tahun penjara. 

tribunpekanbaru.com - Empat terdakwa perkara narkotika dengan barang bukti 30 ribu pil ekstasi, divonis hukuman 20 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Dumai, pada sidang Selasa (23/4).

Sedang satu terdakwa lainnya bernama Kaharudin alias Asong, diputus hukuman seumur hidup oleh Majelis Hakim yang dipimpin Adicandra Winata, didampingi Hakim Anggota Liena dan Aziz Muslim.

Disampaikan Humas PN Dumai, Renaldo Tobing, putusan 20 tahun penjara terhadap empat terdakwa lainnya yaitu Tengku Darbi, Zulkairi, Ahmad Afandi, dan Gita Hermawan, karena telah terbukti secara sah dan meyakinkan terlibat dalam penyelundupan narkoba golongan I tersebut.

"Tentunya, kalau masalah putusan itu sudah murni atas pertimbangan hakim dan tidak bisa dicampuri atau diganggu gugat," sebutnya pada Rabu (24/4).

Terpisah, Kajari Dumai, Mat Perang Yusuf melalui Kasi Pidum Kejari Dumai, Yunius Zega, didampingi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agung Nugroho menegaskan, pihaknya menilai putusan hakim sudah sesuai dengan tuntutan.

"Khusus untuk Kaharudin alias Asong memang dituntut dengan hukuman seumur hidup, dan ini kita anggap sudah sangat baik," paparnya.

Dilanjutkan, menurut UU Narkotika Nomor 35/2009, dengan barang bukti di atas 5 gram semestinya divonis dengan hukuman seumur hidup.

Namun demikian, pihak Kejari Dumai siap untuk melakukan banding maupun kontra memori banding, jika memang dibutuhkan untuk menghadapi perkara tersebut.

Yunius Zega juga menjelaskan, rintut yang dibacakan oleh pihaknya dalam persidangan tersebut dibuat langsung oleh pihak Kejagung.

"Perkara ini merupakan domain Kejagung karena yang menindak adalah BNN Pusat. Berdasarkan azas kesetaraan, maka dilimpahkan ke Kejagung dan kita di sini berperan untuk mewakili dalam persidangan," jelasnya. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved