Hinca Panjaitan Hadiri Rekapitulasi PPK Tampan. Usulkan Petugas Medis Dampingi PPK

Sekjen partai Demokrat, Hinca Panjaitan melakukan sidak ke pelaksanaan pleno penghitungan suara ditingkat PPK Kecamatan Tampan Selasa (7/5/2019).

Hinca Panjaitan Hadiri Rekapitulasi PPK Tampan. Usulkan Petugas Medis Dampingi PPK
TRIBUN PEKANBARU/NASUHA NASUTION
Sekjen Partai Demokrat. Hinca Panjaitan didampingi Ketu DPD Demokrat Riau, Asri Auza saat mengunjungi PPK Tampan, Selasa (7/5/2019) malam. 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai Demokrat, Hinca Panjaitan melakukan sidak ke pelaksanaan pleno penghitungan suara ditingkat PPK Kecamatan Tampan Selasa (7/5/2019) malam.

Dengan membawa minuman dan makanan Hinca memberikan semangat kepada petugas dan saksi yang masih melakukan tugas di PPK Tampan tersebut.

Kedatangan Hinca Panjaitan ke PPK Tampan ini karena mendengar informasi jika di daerah ini belum tuntas pelaksanaan penghitungan suaranya, Ia ingin melihat langsung para pejuang demokrasi bekerja.

"Saya berkunjung kesini mewakili lebih dari 6 ribu Kecamatan yang ada di Indonesia, sehubungan dengan banyak data dan fakta yang kami dengar banyaknya gugur pejuang demokrasi saat menjalankan tugasnya di lapangan," ujar Hinca yang datang didampingi ketua DPD Demokrat Riau Asri Auzar dan ketua DPC Demokrat Pekanbaru Agung Nugroho.

Hinca mengaku sempat takjub melihat pekerjaan para pejuang demokrasi tersebut, karena saat tiba di lokasi pukul 23.00 WIB, dan ia melihat langsung bagaimana petugas bekerja.

"Malam hari ini saya menyaksikan sendiri saya merasa luar biasa karena melihat beban yang berat sekali dilakukan oleh bawahan KPU dan Bawaslu bahkan saksi-saksi dari partai juga, makanya kami berikan dukungan penuh untuk menuntaskan tugas mulia ini," ujarnya.

Dengan tegas juga Hinca menyampaikan kedatangannya ke PPK Tampan tersebut tidak bermaksud untuk intervensi namun kedatangan mereka karena peduli kemanusiaan dan hanya bisa bawa makanan dan minuman untuk semua orang yang berada di PPK Kecamatan.

"Karena ini sudah tengah malam kami tiba pukul 23. 00 WIB namun teman -teman masih berjuang bekerja meskipun wajahnya penuh kelelahan ini yang harus diperhatikan negara," ujarnya.

Lebih lanjut ia meminta kepada pemerintah untuk menghadirkan tenaga medis di saat pleno di PPK berlangsung, karena pekerjaan yang dijalankan petugas, Bawaslu dan saksi itu sangat luar biasa.

"Saya kira tidak elok mereka bekerja sampai 24 jam namun tidak ada petugas kesehatan. Demokrasi tidak harus ada korban, kami tadi menawarkan mendatangkan dokter meskipun tidak akan diterima, cuma Pemko Pekanbaru dan Pemprov Riau harus perhatikan itu," ujar Hinca.

Kemudian Hinca juga mengaku sangat apresiasi tugas KPU dan Bawaslu serta saksi yang setia menjalankan tugas mulia ini. Karena apa yang dikerjakan semuanya di PPK tersebut adalah tugas paling mulia.

"Saya tadi lihat semuanya memegang dokumen masing-masing saat pleno digelar. Ini yang terakhir, semoga saja bisa segera berakhir karena ini sangat melelahkan," sebutnya. (*)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved