Ramadhan 1440 H

Tidur Sepanjang Hari di Bulan Ramadan Apakah Bernilai Ibadah? Bagaimana Hukumnya?

Bagaimana hukumnya tidur sepanjang hari di bulan Ramadan, apakah bernilai ibadah?

Tidur Sepanjang Hari di Bulan Ramadan Apakah Bernilai Ibadah? Bagaimana Hukumnya?
Istimewa
DR Nella Lucky S Fil I M Hum, Dosen Fakultas Hukum UIR-Muballigah 

Pertanyaan: Bagaimana hukumnya tidur sepanjang hari di bulan Ramadan, apakah bernilai ibadah?

Jawaban: "Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Do’anya adalah do’a yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan.”

Perowi hadits ini adalah ‘Abdullah bin Aufi. Hadits ini dibawakan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman 3/1437. Perlu diketahui bahwa hadist ini adalah hadist yang lemah.

Dalam riwayat lain, perowinya adalah ‘Abdullah bin ‘Amr. Haditsnya dibawakan oleh Al ‘Iroqi dalam Takhrijul Ihya’ (1/310) dengan sanad hadits yang dho’if (lemah).

Baca: Waktu Sahur Lupa Baca Niat, Apakah Puasanya Sah?

Kesimpulan: Hadits ini adalah hadits yang dho’if. Syaikh Al Albani dalam Silsilah Adh Dho’ifah no. 4696 mengatakan bahwa hadits ini adalah hadits yang dho’if (lemah).

Artinya, tidur tidak membatalkan puasa. Namun tidur juga bukan bagian dari ibadah. Tidur boleh, namun tidak berpahala. Dan tidak juga berdosa.

Artinya Dibolehkan. Namun jika dalam perkara dibolehkan, terlalu banyak tidur akan menyia nyiakan pekerjaan sunnah.

Baca: Ditulis Makanan, Paket Mencurigakan di Bandara SSK Pekanbaru Ternyata Berisi 172 Taring Beruang Madu

Terlalu banyak tidur pasti lupa membaca quran, terlalu byk tidur lupa pula sholat sunnah, terlalu banyak tidur lupa pula mengerjakan kebaikan yang lain.

Jadi di bulan Ramadhan kurangi tidur perbanyak melakukan hal yang bermanfaat.

(DR Nella Lucky S Fil I M Hum, Dosen Fakultas Hukum UIR-Muballigah)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved