Tak Ada yang Keracunan. KPU Sebut Anggota KPPS yang Meninggal Miliki Riwayat Penyakit

Ketua KPU, Arief Budiman memastikan tak ada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal karena keracunan.

Tak Ada yang Keracunan. KPU Sebut Anggota KPPS yang Meninggal Miliki Riwayat Penyakit
Tribun Pekanbaru
Pemerintah Provinsi Riau memberikan santunan kepada keluarga petugas pemilu yang meninggal dunia saat menjalankan tugas, Senin (6/5/2019) di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau, Jalan Gajah Mada Kota Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM,JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman memastikan tak ada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal karena keracunan.

Hal ini disampaikan Arief untuk membantah isu yang ramai berkembang di media sosial.

"Tidak ada sampai saat ini, tidak ada laporan yang menyatakan bahwa yang meninggal ini karena keracunan, itu tidak ada," kata Arief di Gedung KPU, Jakarta, Sabtu (11/5/2019).

Arief mengatakan, berdasarkan laporan, para petugas KPPS yang meninggal dunia itu kebanyakan sudah mempunyai riwayat penyakit sebelumnya.

Oleh karena itu, mereka sampai meninggal dunia karena kelelahan.

"Justru laporannya masuk yang ketika itu memang mereka sudah sakit. Ada yang jantung, hipertensi," ucap Arief.

Lebih lanjut ia mengatakan, KPU sudah memperhitungkan risiko akan banyaknya petugas yang kelelahan karena beban kerja yang berat.

Oleh karena itu KPU sudah mengurangi jumlah pemilih di tiap TPS dari semula 500 menjadi 300.

KPU melakukan simulasi dan KPU melihat ada kemungkinan itu.

"Jadi kami antisipasi," kata dia.

Jumlah penyelenggara pemilu ad hoc yang meninggal dunia kini mencapai 469 orang.

Selain itu, sebanyak 4.602 lainnya dilaporkan sakit. Angka ini mengacu pada data Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada hari, Jumat (10/5) lalu.

"Yang meninggal dunia 469, yang sakit 4.602. Total 5.071," kata Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik.

Penyelenggara yang dimaksud meliputi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).(*)

Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved