Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Waspada Makanan Berbahaya Jelang Ramadhan

Produk berbahaya ini biasanya dipasok dari negara tetangga, seperti dari Malaysia, SIngapura dan Thailand.

Editor:

Laporan: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU  -  Setiap menjelang datangnya bulan Ramadhan sudah menjadi kebiasaan setiap tahunnya. Banyak produk ilegal dan produk makanan serta minuman yang tidak layak dikonsumsi bertebaran di pasaran. Produk berbahaya ini biasanya dipasok dari negara tetangga, seperti dari Malaysia, SIngapura dan Thailand.

Meskipun ada pengawasan ketat di setiap pintu masuk pelabuhan, namun tetap saja, barang-barang ilegal dari negeri jiran ini tetap beredar di pasaran. Tidak hanya di pasar-pasar tradisional, bahkan di Swalayan serta pusat perbelanjaan sekalipun produk-produk ini bisa masuk.

Memang, para cukong dan pemilik barang-barang ilegal ini sangat pandai memanfaatkan celah, mereka memilih pelabuhan-pelabuhan tikus atau melalui jalur sungai kecil untuk masuk ke Riau.

Pantauan Tribun, di beberapa lokasi di Pekanbaru, peredaran produk-produk dari Malaysia, seperti jenis minuman dan makanan sudah mulai beredar. Seperti dibeberapa lokasi gudang kecil di areal Pelabuhan Pelita Pantai hingga ke arah pasar bawah.

Yang sangat dominan jenis minuman kaleng yang biasanya banyak peminat saat Bulan Ramadhan hingga menjelang lebaran nanti. Keberadaan minuman dan makanan ilegal ini sekilas dilihat tidak jauh beda dengan yang asli. Namun ketika dilihat secara jelas baik itu kode BBPOM dan izin Depkes sebagian tidak memiliki.

Misalnya saja, minuman kaleng jenis Cincau dan Redbull asal Thailand sudah beredar di pasaran.

Mengantisipasi masuk dan beredarnya makanan dan minuman ilegal menjelang Ramadhan dan lebaran berlangsung, BPOM mulai mangambil langkah cepat dengan melakukan inspeksi medadak (sidak) di beberapa pusat perbelanjaan, untuk mengatisipasi hal tersebut, Rabu (3/7).

Humas BPOM Pekanbaru, Ibrahim mengatakan, Tugas dan fungsi BPOM memang untuk mengawasi obat-obatan dan makanan. Maraknya peredaran makanan ilegal yang sering terjadi selama bulan puasa atau menjelang lebaran berlangsung, BPOM akan melakukan sidak di beberapa pusat perbelanjaan.

"BPOM akan melakukan sidak sedikitnya empat kali dalam bulan ini. Sidak akan kita lakukan di beberapa pusat perbelanjaan, supermarket, Pasar tradisional yang ada di Pekanbaru," Kata Ibrahim

Disamping itu, BPOM juga telah dimintakan oleh Pemko Pekanbaru untuk turut terlibatkan dalam operasi pasar yang direncanakan akan dilakukan dalan beberapa hari kedepan.

"Rapat koordinasi telah berlangsung tadi pagi (3/7), di kantor Disperindag. Beberapa dinas terkait juga dilibatkan, seperti Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, YLKI (Yayasan Lembaga  Konsumen Indonesia) dan Pemko Pekanbaru," paparnya.

Dalam operasi pasar tersebut, lanjutnya, BPOM sendiri akan langsung melakukan uji sampel terhadap makanan, seperti bakso, cendol dan makanan lainnya. Untuk makanan kemasan, akan dilihat, makana tersebut legal atau tidak. Kalau ilegal, akan segera di tindak.

BPOM sendiri akan menerjunkan mobil Laboratorium keliling dan menurunkan sebanyak dua orang  untuk melakukan tes uji sampel terhadap makanan yang dijual dipasar. Di beberapa pasar akan di ambil beberapa sampel makanan untuk di uji melalui lab.

"Tim kita akan melakukan uji lab langsung dilapangan, jika makanan tersebut positif mengandung zat berbahaya, maka kita akan melaporkan kepada dinas kesehatan unturk diproses lebih lanjut. Apakah dilakukan pembinaan atau penindakan, itu tergantung Dinas Kesehatan,"Jelasnya.

Halaman 1/2
Tags
BBPOM
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved