Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pemilu 2014

Warga Batu Teritip Datangi KPU Dumai

Warga Kelurahan Batu Teritip mendatangi kantor KPU Dumai, Selasa (15/4) sore

Penulis: Mayonal Putra | Editor:

Laporan wartawan Tribunpekanbaru.com: Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Warga Kelurahan Batu Teritip mendatangi kantor KPU Dumai, Selasa (15/4) sore. Dua orang warga Batu Teritip itu mengaku perwakilan warga yang tidak dapat memilih pada hari pemungutan suara 9 April kemarin. Ia mempertanyakan kepada Ketua KPU, apakah masih bisa hak pilihnya diakomodir atau tidak.

"Sebanyak 60 orang warga tidak dapat memilih. Padahal, kami semua terdaftar di TPS 06 Batu Teritip. Alasan petugas di TPS waktu itu karena tidak ada lagi surat suara," ujar Sujenda, warga Batu Teritip kepada Tribun, kemarin.

Diceritakannya, TPS 06 Batu Teritip berada di Mekar Sari. Jarak tempat tinggal 60 orang warga tersebut sejauh 4 Km dari keberadaan TPS. Sedangkan pagi hari pada hari pemilihan itu Mekar Sari diguyur Hujan Lebat. Setelah hujan mulai reda pada siang harinya, barulah warga berangkat ke TPS untuk menunaikan hak pilihnya.

"Sesampainya di TPS, waktu sudah pukul 13.05 WIB. TPS itu tidak membuka lagi pemungutan suara dengan alasan surat suara untuk DPRD Kota Dumai tidak ada lagi," ujarnya.

Setelah sekitar 60 orang berkumpul di sekitar TPS, tidak ada respon dari ketua KPPS. Meskipun warga yang hendak memilih itu sudah mendesak agar KPPS mencarikan solusinya. Namun, tidak ada respon dari ketua KPPS sehingga penghitungan pun dimulai.

Mendapat perlakuan seperti itu, warga pun memilih bubar dan pulang ke rumah masing-masing. Sebagian warga yang tidak puas menanyakan ke Panitia Pengawas Lapangan (PPL), namun PPL pun tidak menghiraukannya.

"Batu Teritip ke sini (kantor KPU) sangat jauh. Tidak ada jalan darat, butuh waktu tiga jam lebih melalui jalur laut. Baru sekarang kami berkesempatan datang hendak mengadukan hal ini kepada ketua KPU," katanya lagi.

Hal yang senada juga disampaikan Parno, warga Batu Teritip. Ia merasa ada permainan di antara penyelenggara pemilu di tingkat bawah, sehingga dibuat surat suara kurang. Ia berharap, agar KPU Dumai bisa mencarikan solusi sehingga ia bisa memilih.

"Apakah bisa atau tidak, itu yang kami pertanyakan. Kami kan ingin juga memilih," ujarnya.

Ketua PPK Sungai Sembilan Suyono, membenarkan terjadinya kekurangan 60 surat suara DPRD Kota Dumai. DPT di TPS 6 Batu Teritip sebanyak 286 orang. Sementara surat suara hanya sebanyak 226 plus cadangan 6 lembar. Sehingga terjadi kekurangan sebanyak 60 surat suara.

"Waktu hari pemilihan, saya kordinasikan ke KPU. Tetapi, tidak mungkin antarkan kekuranganya, karena jarak yang sangat jauh. Padahal, sebanyak 226 orang sudah memilih. Masih tersisa enam lembar surat suara cadangan. Tapi, sampai batas waktu yakni pukul 13.00 WIB, pemilih tidak ada datang, kemudian KPPS melanjutkan ke penghitungan suara," terangnya.

Menurutnya, di TPS 06 Batu Teritip tidak ada indikasi kekurangan surat suara tersebut. Hanya saja, para pemilih terlambat datang ke lokasi. Kalau saja datang sebelum pukul satu, kan enam lembar cadangan bisa digunakan," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris KPU Dumai Zahedi terkejut mendengarkan adanya pengaduan warga Batu Teritip terkait kekurangan surat suara. Sebab, semua kebutuhan masing-masing TPS sudah didistribusikan sesuai kuotanya. Pendistribusian surat suara tersebut disaksikan Kapolres, Panwaslu serta pihak-pihak lainnya.

"Dimana letaknya kekurangan surat suara. Itu pun 60 lembar satu TPS," ujarnya Zahedi keheranan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved