Sabtu, 11 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Tak Ada Makian dan Main Hakim Saat Kecelakaan Lalu Lintas di Moskow

Suara mereka saat berbicara pun nyaris tak terdengar.

Editor:

TRIBUNPEKANBARU.COM, MOSKOW - Andai kecelakaan atau tabrakan di jalan raya adalah pilihan, maka pilihlah Moskow untuk musibah di jalanan itu.

Setidaknya inilah yang penulis saksikan dalam dua hari terakhir di jalan-jalan di central Moskow.

Ini cerita di Kamis (28/11/2014) pagi, sekitar pukul 07.40 waktu Moskow, atau pukul 13.45 waktu Indonesia timur.

Pagi baru dimulai di Jalan Paveletskaya, Central Moscow. Suhu Kota Moscow masih terbilang "hangat" bagi penduduknya -8 derajat celcius. Winter ekstrem di Rusia bisa mencapai minus 25 derajat di puncak musim dingin Desember dan Januari.

Warga dan pekerja bergegas ke tempat kerja. Ini hari terakhir mereka kerja di akhir bulan November.

Di pertigaan jalan Paveletskaya antara pintu depan Hotel Mercure dan Adagio Apartement dan Ibis Hotel, sebuah VW Golf SV Cararama abu-abu tiba-tiba menabrak pintu kiri taksi Hyunday EK-993 170.

Si sopir taksi yang merasa di jalur utama bergegas turun dari mobil. Tak lama kemudian wanita muda, si pengendara Volkswagen Gold SV juga turun.

Tak ada ketegangan di antara keduanya. Tak ada teriakan atau makian. Suara mereka saat berbicara pun nyaris tak terdengar dari pengkolan jalan yang berjarak sepelemparan anak balita dari gerbang Hotel Mercure Moscow Paveletskaya.

Sekitar 3 menit pembicaraan mereka seputar kecelakaan hanya laiknya pembicaraan transaksi. Selama mereka berbicara mobil tetap di TKP. Tak dipinggirkan ke bahu jalan.

Terlihat si sopir taksi menunjuk ban depan mobil si wanita. Si sopir taksi lalu menunjuk ban mobilnya.

"Ban anda masih untuk summer, kenapa belum diganti," kata si sopir taksi seperti yang diterjemahkan seorang pria asal London yang kebetulan merokok di teras Hotel Mercure.

Tak lama berselang si wanita manggut-manggut. Tak ada ekspresi muka marah sebelum dia masuk ke kabin kanan taksi warna kuning. Dia duduk di samping sopir.

Di dalam kabin terlihat mereka bicara. Kurang semenit mereka keluar. Keduanya menelepon. Mobil mereka tetap di badan jalan. Tak ada protes dari pengendara lain yang terpaksa mengambil haluan lebih jauh untuk menghindari "percakapan" ramah itu.

Berselang semenit. Dua taksi datang. Si wanita naik di taksi putih dan si sopir taksi, memilih taksi kuning, sepertinya koleganya dari perusahaan taksi sejenis.

"Mereka pasti ke kantor Polisi, berurusan di sana dan membawa polisi melihat posisi terakhir mobil saat kecelakaan," kata Basith Cucut, pria asal Indonesia yang lima tahun terakhir bolak balik ke Moscow-Indonesia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved