Jumat, 24 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Abbot, Mulutmu Melukai Perasaan Kami

Pidato PM Australia ini dikecam pemimpin komunitas muslim Australia. Menurut mereka pernyataan tersebut mendorong rasisme dan kebencian terhadap umat

Penulis: Nurul Qomariah | Editor:

CANBERRA, TRIBUNPEKANBARU.COM - Pernyataan Perdana Menteri (PM) Australia, Tony Abbott kembali membuat berang beberapa pihak.

Kali ini pihak yang tersinggung dengan pernyataan Abbott adalah para pemimpin komunitas muslim di Australia. Dalam pidatonya, Abbott menyatakan pemimpin komunitas muslim seharusnya berbuat lebih banyak lagi untuk mengutuk tindakan-tindakan kekerasan yang dilakukan umat muslim.

"Saya sering mendengar pemimpin negara Barat menyebut Islam sebagai agama yang damai. Saya berharap para pemimpin muslim lebih sering lagi mengatakan hal yang sama," demikian kutipan pidato Abbott dilansir dari The Guardian, Senin (23/2/2015).

Pidato PM Australia ini dikecam pemimpin komunitas muslim Australia. Menurut mereka pernyataan tersebut mendorong rasisme dan kebencian terhadap umat muslim di Australia.

Pemimpin Dewan Arab Australia, Randa Kattan mengungkapkan, ia telah melihat meningkatnya rasisme terhadap muslim Australia sejak peristiwa penyanderaan di Martin Place, Sydney, pada 2014.

"(Pernyataan tersebut) tidak membantu, cenderung memecah belah, dan menuduh komunitas kami bertanggung jawab atas perbuatan segelintir orang. Harus bagaimana lagi kami harus mengutuk (perbuatan teroris)" kata Randa.

Beberapa organisasi muslim lain menyatakan pernyataan Abbott ini adalah bukti Pemerintah Australia tidak berkomunikasi secara tulus dan baik dengan komunitas muslim. Mereka juga mempertanyakan apa yang Pemerintah Australia telah lakukan untuk memerangi ekstremisme?

"Komunitas muslim telah melakukan semua yang mereka bisa lakukan selain menato kening mereka dengan kata-kata yang mengutuk ekstremisme. Dia (Abbott) hidup dalam kepompong dan hanya ingin mencari kambing hitam," kata Pemimpin Asosiasi Muslim Lebanon, Samier Dandan.

Sikap berbeda diambil Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop. Ia memuji peranan komunitas muslim dalam melawan ekstremisme.

"Saya memuji anggota komunitas muslim di Australia yang mengambil sikap dan melawan ekstremisme, dengan masjid dan kelompok komunitas yang menjaga keselamatan warga kita," kata Julie.

Semula, Pemerintah Australia menggelontorkan 13.4 juta Dolar AS atau sekitar Rp 17 miliar selama empat tahun untuk mendanai program melibatkan komunitas dalam upaya melawan terorisme.

Namun, pada 2014-2014 hanya dianggarkan 1 juta dollar AS atau sekitar Rp1,2 miliar, yang menimbulkan pertanyaan mengenai keseriusan Pemerintahan Abbott menangani isu ini. (nurul qomariah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved