Jaringan Kelompok ISIS

Negara-negara Arab Mulai Bentuk Pasukan Regional untuk Perangi ISIS

Para panglima angkatan bersenjata negara-negara Liga Arab, Rabu (22/4/2015), mulai bekerja untuk membentuk sebuah pasukan regional

Negara-negara Arab Mulai Bentuk Pasukan Regional untuk Perangi ISIS
International Business Times
Peta yang ditulis dalam bahasa Arab ini mengungkap ambisi ISIS menguasai dunia dalam 10 tahun. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAIRO - Para panglima angkatan bersenjata negara-negara Liga Arab, Rabu (22/4/2015), mulai bekerja untuk membentuk sebuah pasukan regional yang ditujukan untuk memerangi kelompok-kelompok militan termasuk Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Pada Maret lalu, negara-negara anggota Liga Arab sudah sepakat untuk membentuk pasukan bersama, dengan para anggota diberi waktu empat bulan untuk memutuskan komposisi pasukan regional itu, aturan main, serta biaya yang dibutuhkan.

Pertemuan yang membahas detil pembentukan pasukan regional Arab ini dipimpin panglima angkatan bersenjata Mesir Jenderal Mahmud Hegazi di markas Liga Arab di Kairo, Mesir.

Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi sudah sejak lama menyerukan perlunya pembentikan pasukan regional Arab setelah ISIS mengeksekusi sekelompok umat Kristen Koptik Mesir di Libya pada Februari lalu, yang memicu pembalasan Kairo berupa serangan udara.

Rencana itu semakin mendapatkan momentum setelah Arab Saudi dan sekutu-sekutunya menggelar serangan udara terhadap pemberontak Houthi dukungan Iran di Yaman.

"Pembentukan pasukan gabungan Arab bukan untuk membentuk sebuah aliansi atau pasukan baru untuk menyerang negara lain. Namun, pasukan ini dibentuk untuk memerangi terorisme dan menjaga keamanan, perdamaian dan stabilitas kawasan," kata Ketua Liga Arab Nabil al-Arabi.

Baca Juga

Sementara itu, Jenderal Hegazy mengatakan terdapat sebuah kebutuhkan untuk memerangi terorisme.

Dia menambahkan pasukan regional ini juga bisa digunakan untuk melakukan intervensi dalam sebuah konflik bersenjata internal.

"Kami tak bisa mengabaikan konflik internal dan pertumbuhan organisasi teroris di negara-negara Arab. Dan sangat salah untuk berpikir bahwa konflik-konflik ini tak memiliki pengaruh terhadap negara Arab lainnya," ujar Hegazy.

Pertemuan di Kairo ini akan menelurkan proposal kepada para pemimpin negara-negara Arab yang diharapkan bisa diratifikasi dalam waktu tiga bulan. (AFP)

Tags
ISIS
Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved