Eksekusi Mati Narkoba Jilid 2
'Negara yang Tolak Hukuman Mati, Tarik Saja Dubesnya dari Indonesia'
Jangan cuma mengancam-ancam saja, kalau memang tidak setuju tarik saja
TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Ketua SETARA Institute, Hendardi meminta kepada negara-negara yang menolak pemberlakuan hukuman mati untuk segera menarik duta besarnya dari Indonesia.
"Saya minta kepada negara-negara yang mendukung hukuman mati untuk segera menarik duta besarnya dari Indonesia," ujar Hendardi saat menggelar jumpa pers di Kantor SETARA, Jalan Danau Gelinggang, Jakarta, Sabtu (25/4/2015).
(BACA : Presiden Perancis Menggertak, Ancam Tarik Dubesnya dari Indonesia)
Hendardi juga meminta agar negara-negara yang telah mengecam langkah pemerintah Indonesia yang masih menerapkan hukuman mati ini jangan hanya mengancam menarik dubesnya saja, tetapi segera dilakukan.
(BACA : Digertak Presiden Perancis, Jaksa Agung: Tak Boleh Dia Seperti Itu!)
"Jangan cuma mengancam-ancam saja, kalau memang tidak setuju tarik saja," kata Hendardi.
Sejauh ini, negara yang bereaksi atas pelaksanaan hukuman mati terhadap Terpidana narkoba oleh pemerintah Indonesia diantaranya Brasil, Perancis, Australia dan Belanda. Namun baru Brasil yang telah mengancam akan menarik dubesnya dari Indonesia.
Sebelumnya, Presiden Prancis, Francois Hollande memastikan akan memberikan ancaman diplomatik kepada Indonesia terkait eksekusi terpidana mati asal Prancis Serge Atlaoui.
Dikutip dari https://au.news.yahoo.com, Hollande memastikan, akan ada 'perhitungan' dari Prancis dan Eropa. "Karena kami tidak menerima eksekusi semacam ini," jelasnya ketika ditanya oleh wartawan dalam kunjungan ke Azerbaijan, Sabtu (25/04/2015) ini
Dikatakan "diplomatik" karena Presiden Hollande mengatakan bahwa ia akan menarik duta besarnya di Jakarta.
Ia juga menyatakan tidak akan berkunjung ke Indonesia dalam jangka waktu tidak ditentukan sebagai wujud protes negaranya.
Selain itu, ia memastikan usaha penghentian eksekusi ini tidak hanya berlaku untuk terpidana asal Prancis saja.
"Kami akan mengambil tindakan (atas eksekusi ini) bersama dengan negara terkait lainnya, Australia dan Brazil, agar eksekusi benar-benar dihentikan," kata Presiden Hollande.
Soal Indonesia yang ingin memberantas perdagangan narkoba, Presiden Hollande mengaku paham. "Atlaoui tidak punya catatan kriminal sebelumnya," bela sang presiden.
Sebelumnya, Presiden Hollande pernah mengancam hal yang sama kepada Indonesia soal eksekusi terpidana mati WN Prancis itu, Rabu (22/04/2015) lalu. Ia mengatakan bahwa eksekusi Atlaoui akan berakibat pada hubungan antara Prancis dan Indonesia.