Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Dicky Jelajahi Gunung Bromo Sendirian

Perjalanan menggunakan sepeda tersebut berlangsung mulai tanggal 13 hingga 16 Mei 2015.

Penulis: | Editor:
TRIBUN PEKANBARU/ Zul indra
Dicky Jelajahi Gunung Bromo Sendirian (22/5/2015) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dicky Hendrayana sebagai perwakilan Komunitas Federal Pekanbaru (FEDBARU) melakukan perjalanan bersepeda seorang diri ke Bromo. Dikatakannya, Gowes itu mempunyai misi mengibarkan bendera FEDBARU yakni suatu komunitas penggemar sepeda merek Federal jadul produksi tahun 90 - 95 yang ada di Pekanbaru di kaki Gunung Bromo, Jawa Timur.

Perjalanan menggunakan sepeda tersebut berlangsung mulai tanggal 13 hingga 16 Mei 2015.
Dicky menambahkan, selain mengibarkan bendera FEDBARU perjalanan itu juga sebagai ritual dan refleksi hidup untuk merayakan ulang tahun bagi dirinya yang sudah berusia senja.

Pertualangan awal tanggal 13 mei 2015 Dicky datang ke Malang bersama komunitas sepeda federal Badai Gurun.

"Tiba di Kota Malang, hal yang tidak disangka menyambut Kami. Saya langsung dijemput oleh ketua komunitas Federal Malang (Fedngalam) yang saya kenal hanya di Facebook,"ucapnya.

Dilanjutkan, setelah ramah tamah dengan anggota Fedngalam di markasnya, Dicky dipandu komunitas Fedngalam mulai bergerak mengayuh dari kota Malang. Perjalanan bersepeda menuju Bromo itu mengambil rute lewat Tumpang, Gubuk klakah, Ngadas, Jemplang dan menuju Bromo.

"Selepas kota Malang yang hiruk pikuk saya sampai di kota Tumpang, sampai disini saya diantar dan dipandu oleh anggota komunitas bersepeda Fedngalam. Usai dari sana perjalanan mengayuh berlanjut seorang diri, jalanan yang menanjak dan udara mulai sejuk dengan pemandangan kiri kanan terlihat kebun sayuran dan kebun apel menemani saya waktu itu,"ungkapnya.

Dicky menambahkan, gowesnya hari itu sampai di rest area desa Gubuk klakah di ketinggian 1525. Ia pun bergabung buka tenda dengan rombongan pesepeda dari Batam yang sedang mengadakan perjalanan Jelajah Tanah Jawa.

Lebih lanjut diterangkannya, tanggal 14 mei 2015 setelah sarapan dan packing, Ia pun kembali gowes di Badai Gurun meninggalkan desa Gubuk Klakah, perjalanan hari itu mengikuti rombongan pesepeda dari Batam .

"Setelah perjalanan menempuh sekitar 10 km selepas pos Coban trisula saya gowes sendirian karena rombongan mengejar waktu untuk tiba di Bromo. Jalanan semakin menanjak dan tidak ada rumah penduduk, hanya hutan sekunder dan semak belukar, saya gowes dengan terengah engah sambil menikmati alam sekitar, untungnya udara cukup segar sehingga kelelahan agak terobati,"paparnya.

Selama dalam perjalanan itu, Dicky mengaku kekuatan fisiknya sudah mulai melemah.

" Dalam setiap kayuhan di tanjakan saya hanya bisa menyemangati diri sendiri dengan dzikir dan menyemangati diri sendiri." katanya.

Usai singgah di jemplang , sore itu juga Ia mulai turun ke arah Bromo. Gowes tersebut menggunakan Headlamp untuk perjalanan malam hari.

Perjalanan turun melalui jalan yang rusak sepanjang 4 km dan tiba di ladang Savana yang sangat luas, dalam keadaan sudah mulai gelap. Ia pun sendirian gowess di Badai Gurun melewati padang Savana dengan kondisi jalan berpasir.

Jatuh bangun pun entah sudah berapa kali dirasakan. Ia pun sadar bahwa saya sudah kehilangan arah karena jalanan sangat banyak cabang ditengah padang savana.

"Saya berhenti sejenak sambil berdoa kepada Allah, minta petunjuk apakah saya harus buka tenda disini atau melanjutkan perjalanan. Untunglah ada orang yang mengendarai sepeda motor bersedia untuk memandu sampai ke lokasi.

Halaman 1/2
Tags
Gunung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved