Dudung Hanya Mantan Pacar Sri Vivi Sulastri Sewaktu SMA
"Ibu yang menyebutkan Sri terakhir dekat dengan pelaku. Kerana malam itu, Sri menelpon dan menyebutkan jalan-jalan dengan Dudung," ungkap abang korban
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Selama rekonstruksi pembunuhan terhadap Sri Vivi Sulastri yang dilaksanakan di tempat kejadian perkara di Jalan Uka, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan itu, Sugiharti memang hanya tampak terdiam. Bersama dengan anggota keluarga lainnya yang hadir saat peragaan pembunuhan, Sugiharti terlihat tegar.
"Saya kaget setelah mengetahui pelaku pembunuhan anak saya itu adalah temannya sendiri. Meski ada rasa curiga. Namun saya tepis. Namun, kenyataan menguak dan membenarkan atas kecurigaan saya pada tersangka," ujarnya lagi.
Dari pengamatan Tribun, perempuan berjilbab ini memang terlihat tenang. Meski ia harus menyaksikan adegan tersangka mencekik leher, menyeret anaknya ke dalam semak-semak, sampai meninggalkan anaknya di tempat yang rimbun oleh ilalang.
Bahkan, saat tersangka Dudung yang dengan dinginnya mengambil barang-barang berharga milik anaknya seperti dompet, jam tangan, telepon genggam serta sepeda motor usai melakukan pembunuhan, Sugiharti masih terlihat tenang.
"Dia anak bungsu kesayangan kami. Selepas bekerja jika ada waktu libur dia pasti pulang ke rumah. Bagaimana saya harus menjawab atas meninggalnnya dia. Saya sudah benar-benar ikhlas," ujar Sugihartuti lagi.
Meski tampak tegar, namun Sugihartuti tidak bisa menyembunyikan sedihnya kala seorang anggota keluarga memeluknya. Rangkulan Sugihartuti begitu erat.
Seperti ingin melampiaskan sakit yang ia rasakan usai melihat prosesi pembunuhan tersebut. "Iya, disini kejadiannya. Itu di semak-semak," ujarnya pelan menjawab pertanyaan anggota keluargannya yang lain.
Sampai adegan pembunuhan dan tersangka Dudung membawa sepeda motor korban, semua keluarga korban tampak tidak memberikan respon. Hanya saja, jelas jika dari wajah mereka terbersit kesedihan dan sakit hati.
Terkuaknya pelaku pembunuhan terhadap Sri Vivi Sulastri berdasar dari keterangan ibu korban yang menyebutkan, anaknya itu terakhir kali bertemu dengan pelaku.
Ibu korban menyebutkan, anaknya diajak oleh pelaku makan-makan di luar pada hari Selasa (30/6/2015) malam. Korban ditemukan pada Rabu (1/7/2015) dini hari.
Sri selama ini memang dekat dengan ibunya. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini selalu bercerita semua hal pada sang ibu. Termasuk perihal pribadi kedekatannya dengan Dudung yang dulunya adalah pacarnya semasa SMA.
"Ibu yang menyebutkan Sri terakhir dekat dengan pelaku. Kerana malam itu, Sri menelpon dan menyebutkan jalan-jalan dengan Dudung," ungkap abang kandung korban, Eko.
Dikatakannya, setelah memastikan adiknya itu terakhir kali dekat Dudung, ia pun mendatangi orangtua Dudung. Termasuk mencari tahu informasi dari Dudung. Namun, orangtua Dudung kala itu mengaku tidak mengetahui perihal tersebut.
Tersangka Dudung juga sulit ditemui. Eko pun berinisiatif menelpon Dudung. Namun tidak pernah diangkat. Karena bosan terus ditelpon, Dudung berusaha mengelak dan mengatakan kalau selama ramadan, dia tidak pernah berrtemu dengan korban.
"Pengakuannya berbelit-belit. Padahal adik saya mengatakan pada ibu kalau dia pergi makan-makan. Namun, Dudung justru tidak mengaku dan tidak pernah bertemu," terang Eko.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-pembunuhan-meninggal-tergeletak_20150410_20150713_083110.jpg)