Sabtu, 25 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kabut Asap Riau

'Kami Takut Anak-anak Kami Makan Asap Setiap Hari'

"Sakit melahirkan itu Pak. Kami ibu-ibu ini takut anak kami makan asap setiap hari dan bodoh anak kami karena asap. Sampai kapan anak kami disiksa,"

Editor: harismanto
Tribun Pekanbaru/Melvinas Priananda
Ratusan mahasiswa serta aktivis dari berbagai elemen yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Riau Melawan Asap melakukan aksi pemblokiran terhadap Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Rabu (9/9/2015). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Saat Plt Gubernur Riau bersama Kepala BNPB dan unsur Forkompinda lainnya rapat di Lanud Roesmin Nurjadin, ribuan pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Riau Melawan Asap melakukan aksi demonstrasi di halaman kantor gubernur.

Massa menuntut masalah kabut asap di Riau segera dituntaskan. Terutama penegakan hukum terhadap para pelaku pembakar lahan dan hutan, baik itu warga maupun perusahaan HTI dan perkebunan.

Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Jokowi harus mengambil tindakan yang tegas untuk menyelamatkan masyarakat Riau dari asap.

Pengunjuk rasa dari berbagai elemen mahasiswa dari hampir seluruh kampus di Riau, penggiat lingkungan, LSM dan budayawan secara bergantian melakukan orasi dan membacakan puisi menyinggung bencana asap yang menimpa Riau.

Elda dari Rumpun Perempuan Riau sempat meneteskan air mata saat bercerita mengenai anaknya yang harus dikurung dalam ruangan rumahnya karena takut asap. Menurutnya apa yang terjadi di Riau sama dengan membunuh rakyat dengan cara tidak menuntaskan asap.

"Sakit melahirkan itu Pak. Kami ibu-ibu ini takut anak kami makan asap setiap hari dan bodoh anak kami karena asap. Sampai kapan anak kami disiksa seperti ini," ujar Elda.

Menurut Elda, pemerintah harus tegas mencabut izin perusahaan yang terdeteksi ditemukan titik api di lahan konsesinya, seperti sejumlah perusahaan hutan tanaman industri (HTI) dan perkebunan sawit.

Tidak hanya orasi saja, para demonstran tersebut juga sempat melaksanakan salat Ashar berjamaah di gerbang kantor gubernur dan dilanjutkan dengan bergantian berorasi.

Aksi ribuan massa ini sempat membuat macet lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, tepatnya di depan kantor gubernur. Akibatnya jalan dari arah kantor Wali Kota Pekanbaru dialihakan di Tugu Zapin. Polisi yang berjaga mengamankan aksi massa tersebut terlihat sibuk mengatur lalu lintas.

Setelah berlangsung lama, akhirnya Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman didamping Danrem 031/ Wira Bima Brigjen TNI Nurendi dan Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan menemui ribuan pengunjuk rasa.

Massa yang sudah menunggu, tertib duduk saat Plt Gubernur Riau berbicara. "Apa yang disampaikan pengunjuk rasa, sebetulnya kita semua merasakan. Usaha kita bagaimana mematikan api, itu yang sudah dan terus kita lakukan," ujar Andi Rachman, sapaan akrabnya.

Ia sempat meminta maaf kepada massa karena tidak bisa cepat menemui mereka. “Dari pagi saya rapat dengan Pak Kepala BNPB yang baru, kita setiap hari memonitor dan bahkan empat kali setiap hari kami dapat laporan untuk dievaluasi," ujar Andi menjelaskan.

Menurut dia, apa yang dilakukan Pemprov Riau bersama Satgas Kebakaran lahan dan Hutan sudah semaksimal mungkin. Bahkan personil di lapangan sudah tidak memikirkan keselamatannya, demi memadamkan api. "Saya juga punya keluarga. Tugas kita bersama dalam menuntaskan masalah asap di Riau," ujarnya.

Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Nurendi, yang juga Komandan Satgas Kebakaran Lahan dan Hutan, mengajak massa untuk melihat apa yang dikerjakan tim Satgas di lapangan dalam memadamkan api.

“Kalau adik-adik sempat datanglah ke Posko, nanti akan saya bawa naik helikopter melihat kondisi kebakaran, seperti apa kerja kami dalam memadamkan api," ujarnya.

Nurendi menjelaskan, asap yang muncul di Riau sebagaian besar merupakan asap yang dikirim dari Provinsi Jambi dan Sumsel.

Sedangkan Kapolda Riau Brigjen Pol. Dolly Bambang Hermawan menegaskan, kepolisian tidak pandang bulu dalam menindak pelaku pembakar lahan. "Sudah ada 32 tersangka dan satu korporasi. Akan ditindak semuanya," ujar Bambang.

Usai berdialog, massa pengunjuk rasa meminta kepada ketiga pejabat itu untuk menandatangai komimen dalam melawan asap di Riau. Setelah dilakukan penandatanganan, massa membubarkan diri dengan tertib. (Tribun Pekanbaru Cetak)

Apa janji Kepala BNPB yang baru terhadap kabut asap Riau? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi HARI INI. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved