Minggu, 12 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kabut Asap Riau

Kepala BNPB Janji Dua Minggu Kabut Asap Hilang di Riau

"Dua minggu ini harus tuntas, indikasinya tuntas bandara harus dioperasikan secara normal, tidak ada ISPA, dan sekolah-sekolah aktif kembali," ujarnya

Editor: harismanto
KOMPAS.com/Sabrina Asril
Willem Rampangilie, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangiley kemarin untuk pertama kalinya berkunjung ke Riau usai dilantik menjadi Kepala BNPB yang baru, menggantikan Syamsul Maarif. Kepada masyarakat Riau, ia berjanji dalam dua pekan kabut asap kebakaran lahan dan hutan bisa diatasi.

Willem mengungkapkan, saat dilantik Presiden Jokowi, ia diberi sejumlah tanggung jawab dengan tugas mengatasi kebakaran lahan dan hutan serta mengenyahkan kabut asap.

"Dua minggu ini harus tuntas, indikasinya tuntas bandara harus dioperasikan secara normal, tidak ada ISPA, dan sekolah-sekolah aktif kembali. Itu tolak ukurnya," ujar Willem saat memberikan keterangan kepada pers di Posko Satgas Kebakaran Lahan dan Hutan Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Rabu (9/9/2015) siang.

Menurut Willem, tugasnya menuntaskan asap tidak hanya di Riau. Saat ini bencana kabut asap kebakaran lahan dan hutan melanda enam provinsi di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. "Apalagi saya dapat informasi asap di Riau itu berasal dari Jambi dan Sumsel. Saya juga akan meninjau ke sana,"ujarnya.

Secara kebetulan Willem berkunjung di saat sebagian wilayah Riau diguyur hujan, Rabu dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, yang mengurangi kepekatan kabut asap yang sepekan terakhir mencemari udara. "Alhamdulillah, asap berkurang dan udara lebih segar karena hujan," kata seorang warga Pekanbaru, Oki Sulistyanto.

Ia berharap semoga lebih banyak hujan turun, mengusir asap, sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal. Termasuk kegiatan belajar-mengajar di sekolah yang telah lebih dari sepekan diliburkan. "Kasihan anak-anak pelajarannya bisa ketinggalan," kata dia.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sugarin, mengatakan, jarak pandang di Pekanbaru membaik pada pukul 07.00 WIB menjadi 1.500 meter.

Meski begitu, ia mengatakan masih ada wilayah lain yang diselimuti asap tebal, yakni di Rengat Kabupaten Indragiri Hulu. "Jarak pandang di Rengat hanya 500 meter karena asap," ujar Sugarin.

Menurut dia, masih ada peluang hujan yang bisa memadamkan kebakaran dan menipiskan asap. "Peluang hujan dengan intensitas ringan tidak merata pada siang atau sore hari diperkirakan terjadi di wilayah Riau bagian Utara, Tengah dan pesisir Timur," ucapnya.

Berdasarkan Satelit Terra dan Aqua, jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera pada Rabu subuh sekitar pukul 05.00 WIB terdeteksi sebanyak 283 titik.

Sumatera Selatan paling banyak dengan 123 titik panas, kemudian Jambi 86 titik, Riau 34 titik, Bangka Belitung 30 titik, Lampung sembilan titik dan Bengkulu satu titik.

Kepala BNPB Willem Rampangilei sudah berkoordinasi dengan Panglima TNI dan Kapolri jika sewaktu-waktu membutuhkan personil mereka untuk memadamkan kebakaran lahan dan hutan, termasuk di Riau.

"TNI sudah menyiapkan personil peralatan dan transportasi, kapan saja dibutuhkan. Polri juga siapkan SDM," ujarnya.

Menurut Willem apa yang dilakukan pemerintah daerah sejauh ini sudah tepat dan harus mendapatkan dukungan dari seluruh stakeholder yang ada. Jangan sampai kerugian ekonomi yang diderita pada 2013 lalu sebesar Rp 20 triliun, terulang lagi,"ujar Willem.

Sementara untuk mendukung upaya penanganan dan antisipasi itu, Kepala Deputi Bidang Pencegahan BNPB Tri Budiarto menyebutkan untuk tahun ini pemerintah pusat menyiapkan dana siap pakai sebesar Rp385 miliar untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan di 6 Provinsi di Sumatera dan Kalimantan. Sebagian besar dana itu untuk biaya sewa pesawat melakukan pemadaman api kebakaran lahan dan hutan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved