Jumat, 10 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

'Kalau untuk Obati Orang Sakit, Ya Habislah APBN'

Kalau berpikir cara kuratif ini, pengobatan menjadi tumpuan masyarakat, atau image ini bahwa kita

Editor:
(TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla (kiri) menjawab pertanyaan wartawan di Rumah Dinas Wakil Presiden, Menteng, Jakarta, Kamis (10/9/2015). Wakil Presiden Jusuf Kalla telah kembali ke rumah dinasnya setelah sejak Rabu (9/9/2015) menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyalahkan pola pikir masyarakat yang menjadikan pengobatan sebagai tumpuan. Menurut Kalla, hal yang perlu diutamakan bukanlah pengobatan penyakit melainkan upaya pencegahan penyakit.

"Kalau berpikir cara kuratif ini, pengobatan menjadi tumpuan masyarakat, atau image ini bahwa kita (pemerintah) menjamin orang (yang sakit)," kata Kalla saat mengikuti rapat, di Kementerian Kesehatan Jakarta, Rabu (21/10/2015).

Hadir dalam rapat ini, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil, serta Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Fachmi Idris.

Wapres berpendapat bahwa program pengobatan gratis bisa menghabiskan uang negara jika tanpa dibarengi dengan upaya pencegahan penyakit. Ia lantas mencontohkan kebangkrutan Yunani yang dilatar belakangi tingginya biaya sosial di negara tersebut.

"Salah satu yang menyebabkan Yunani bangkrut karena tingginya biaya sosial. Nah kalau kita begini, sehebat apa pun dana yang diberikan, akan habis," ujar Kalla.

Atas dasar itu, Wapres mengimbau agar jajaran pemerintah mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit.

Khusus kepada Kementerian Kesehatan, Wapres meminta agar institusi itu lebih banyak membuat program kampanye pencegahan penyakit.

Ia pun meminta agar jajaran pemerintah mencontoh pemerintahan Order Baru dalam mempromosikan pola hidup sehat. Misalnya saja slogan empat sehat lima sempurna yang hingga kini melekat di kepala masyarakat.

"Mari kita flashback policy yang sederhana. Dulu saya, kita sampai sekarang, walaupun saya tidak pernah lihat lagi, tetap saya terpikir empat sehat lima sempurna," papar Kalla.

Contoh program lainnya yang dianggap Kalla dapat dilakukan dalam mencegah penyebaran penyakit adalah dengan memberikan sekop gratis kepada masyarakat. Sekop tersebut bisa digunakan masyarakat untuk membersihkan selokan di rumah masing-masing secara rutin.

Dengan sekop tersebut, penyakit yang bersumber dari jentik nyamuk seperti demam berdarah, bisa dicegah.

"Jangan berpikir apapun sakitnya, kita yang bela. Cita-cita kita mau saingi Singapura dan bagaimana pokoknya orang mau berobat di sini. Mestinya, mari kita bergerak, Anda jadi sehat, sehingga tidak perlu ke Singapura," sambung Wapres.

Kalla juga menekankan pentingnya kampanye untuk mengurangi klaim BPJS. Kampanye yang dilakukan sedianya mengikuti strategi perusahaan asuransi dengan mendorong masyarakat menjaga kesehatan sehingga klaim asuransi untuk berobat bisa berkurang.

"Jangan mengikuti pola pabrik obat. Yang kita pakai sekarang itu mengikuti pola pabrik obat, makin banyak orang sakit, makin untung. Mari kita ikuti pola asuransi, makin banyak orang sehat, makin untung," tutur Wapres. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved