Iran dan Amerika Sepakat Gencatan Senjata, Ternyata Ada Peran China
Donald Trump resmi mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua minggu
TRIBUNPEKANBARU.COM - Presiden AS, Donald Trump menarik kembali ancamannya untuk melancarkan serangan dahsyat ke Iran pada Selasa malam.
Trump mengatakan dia menunda ancaman serangannya terhadap jembatan, pembangkit listrik, dan target sipil lainnya di Iran, dengan syarat Teheran menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur air tempat seperlima minyak dunia dikirim selama masa damai.
Dia juga mengatakan Iran telah mengusulkan rencana perdamaian 10 poin yang "dapat diterapkan" yang dapat membantu mengakhiri perang yang dilancarkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari 2026.
China menyambut baik gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran selama dua minggu, serta secara tak langsung mengakui perannya dalam mendorong kesepakatan tersebut.
Hal itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning dalam konferensi pers pada Rabu (8/4/2026).
"China menyambut baik pengumuman pihak-pihak terkait tentang tercapainya kesepakatan gencatan senjata," kata Mao Ning dilansir AFP, Rabu (8/4/2026).
"Kami telah berulang kali menyampaikan upaya yang dilakukan oleh China," sambungnya.
Dia menyebut Menteri Luar Negeri Wang Yi telah melakukan 26 panggilan telepon dengan sesama menlu dari negara-negara terkait.
Bersamaan dengan itu, utusan Beijing untuk Timur Tengah telah bolak-balik ke wilayah yang dilanda perang tersebut. Mao Ning menegaskan, Beijing akan terus berupaya untuk meredakan situasi dan mencapai pengakhiran perang sepenuhnya.
Sebelumnya, melalui wawancara dengan AFP, Presiden AS Donald Trump percaya bahwa China memiliki peran dalam membawa Iran ke meja perundingan.
“Saya dengar, iya. Ya, mereka (China) terlibat,” kata Trump dalam sebuah panggilan telepon kepada AFP, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Kedubes Iran ke Kampar Riau, Temui Bayi yang Diberi Nama Ali Khamenei
AS dan Iran sepakat gencatan senjata dua minggu
Donald Trump resmi mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua minggu pada Rabu (8/4/2026).
Keputusan ini diambil setelah adanya diskusi intensif dengan kepemimpinan Pakistan yang bertindak sebagai mediator dalam konflik AS-Israel dengan Iran.
Berdasarkan gencatan senjata, AS akan menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu, sedangkan Teheran untuk sementara membuka kembali Selat Hormuz.
Israel mengatakan, pihaknya mendukung keputusan Trump untuk menangguhkan pemboman Iran, tetapi menegaskan bahwa gencatan senjata tidak termasuk Lebanon. Sementara itu, Iran telah mengusulkan rencana 10 poin untuk mengakhiri perang, yang menurut Trump dapat dilaksanakan.
| Cerita Cheryl Amanda, Siswa MAN 2 Pekanbaru Lolos Kampus Luar Negeri, Pernah Setahun di Amerika |
|
|---|
| Kedubes Iran ke Kampar Riau, Temui Bayi yang Diberi Nama Ali Khamenei |
|
|---|
| Amerika Serikat Akhirnya Menerima 10 Tuntutan Iran, Sepakat Gencatan Senjata |
|
|---|
| Daftar Terbaru Negara yang Diberi Izin oleh Iran Melintas di Selat Hormuz: Malaysia hingga Filipina |
|
|---|
| Diultimatum Donald Trump, Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Singgung Soal Jihad |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/SALVO-RUDAL.jpg)