Tim Tinta Wakili Riau Ke Kompetisi Hackathon Merdeka 2.0 Nasional
Perhelatan penggiat IT terbesar Indonesia, Hackathon Merdeka 2.0 yang dilaksanakan di Gedung Telkom Pekanbaru akhirnya menemukan pemenangnya.
Penulis: | Editor: Muhammad Ridho
TRIBUNPEKANBARU.COM - Perhelatan penggiat IT terbesar Indonesia, Hackathon Merdeka 2.0 yang dilaksanakan di Gedung Telkom Pekanbaru pada 24 – 25 Oktober 2015 akhirnya menemukan pemenangnya. Tim Tinta yang merupakan gabungan para progammer lokal berhasil menjadi juara pertama setelah berkompetisi selama 24 jam tanpa henti dengan pengembangan aplikasi Pangkalan Data Penduduk.
“Dengan hasil tersebut, Kota Pekanbaru siap untuk menghantarkan wakilnya guna berkompetisi dengan para pemenang dari 27 kota lainnya untuk menentukan 3 besar tingkat nasional pada awal November 2015 mendatang,” ungkap Hisam Setiawan, Tim Leader Hackathon Merdeka 2.0 Kota Pekanbaru saat dihubungi Minggu (25/10/2015).
Para penggiat IT sangat antusias dalam memeriahkan pelaksanaan kegiatan ini. Sebanyak 13 tim yang berjumlah 36 orang berasal dari komunitas IT, mahasiswa dan praktisi IT saling berkompetisi untuk memberikan ide yang kreatif dan menarik. Mereka membawa misi untuk mengirimkan perwakilan kota Pekanbaru yang siap bertanding dalam kancah nasional sehingga Kota Pekanbaru dan Riau juga diperhitungkan dalam bidang IT.
Acara yang dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi pada Sabtu (24/10/2015) juga dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Riau, Yogi Detri, General Manager PT Telkom Riau Daratan, Mohammad Syibli serta para dewan juri.
Selain para peserta, kegiatan tersebut juga didukung penuh oleh para mentor yang merupakan praktisi IT berasal dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Riau, Komunitas Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Pekanbaru, Blogger Bertuah dan Gerakan Desa Membangun (GDM) Riau. Sedangkan mentor dari pemerintah berasal dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pekanbaru, Ombudsman Provinsi Riau dan Kepolisian Daerah Riau.
“Melalui kegiatan ini sangat diharapkan dapat menciptakan peluang dan ruang bagi potensi ‐ potensi anak muda IT untuk dapat berkontribusi dalam memecahkan permasalahan bangsa dengan mengembangkan aplikasi dan teknologi yang mudah digunakan untuk publik dan pemerintah. Sehingga diharapkan pemerintah dapat lebih mendukung kegiatan seperti ini ke depannya,” tambah Hisam.
Kompetisi sendiri berjalan dengan sengit, para peserta harus melalui semua tahapan dalam proses lomba selama dua hari. Penilaian dewan juri didasarkan atas aplikasi yang dikembangkan dapat menyelesaikan masalah (problem solving) dan mudah digunakan (user friendly) serta menjamin keaslian (originality) program yang dikembangkan. Berdasarkan penilaian penilaian tersebut didapatlah 3 tim terbaik yaitu tim Basecamp di urutan ketiga dengan judul aplikasi Pendaftaran/Registrasi E-KTP online, tim Tenda Biru dengan judul aplikasi Bantu Data Anak Putus Sekolah dan urutan Pertama jatuh kepada tim Tinta yang mengembangkan aplikasi Pangkalan Data Penduduk. (nas/rls)