Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

MI Syok Dengar Pengakuan Anaknya

MD mengaku pertama kali bercinta selayaknya suami istri pada periode April 2015 lalu di area Sungai Siak

Editor: harismanto

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - MI syok setelah mendengarkan pengakuan anaknya MD (14) yang telah dicabuli oleh tetangganya sendiri. Ia mengaku dicabuli RB (20), di Rumbai Pesisir. Perlakuan tidak senonoh itu bahkan sudah puluhan kali dilakukan RB hanya dengan modal bujuk rayu.

Pelajar SMP itu bahkan dengan jelas menceritakan pada ibunya perihal hubungan terlarangnya itu. RB menurutnya, sudah sepuluh kali mencabulinya ditempat yang berbeda.

MD mengaku pertama kali bercinta selayaknya suami istri pada periode April 2015 lalu di area Sungai Siak. Menurutnya, RB yang merupakan pacarnya itu, meminta melakukan hubungan tersebut dengan jaminan akan bertanggungjawab.

Dari informasi yang dirangkum Tribun, berdasarkan keterangan orangtua korban, MD baru mengakui perbuatan terlarang itu setelah didesak. Sebab, selama ini MI tidak memperlihatkan gejala perubahan pada sikap dan perilakunya.

Bahkan aib tersebut bisa disimpannya selama berkomunikasi dengan kedua orangtuanya. Di rumah pun, MD sama sekali tidak mengeluh persoalan yang menimpannya. Termasuk mengambil keputusan melakukan hubungan badan dengan RB.

"Orangtua korban mengetahui perbuatan cabul, setelah meminta anaknya untuk berkata jujur. Anaknya sempat tidak mau berkata apa pun, namun setelah ibunya memohon, barulah korban mau berterus terang," ungkap Wakasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Bambang Dewanto, Kamis (29/10/2015).

Dalam pengakuannya, MD menyebutkan tidak bisa melepaskan RB karena dirinya sudah melakukan hubungan badan. Pernyataan itu yang kemudian membuat orangtua MD kaget. Sebab, anaknya selama ini selalu dalam pantauannya. Termasuk gigih memberikan nasehat.

Setelah memastikan perihal perlakuan cabul oleh RB terhadap anaknya, MI memutuskan melaporkannya ke Mapolresta Pekanbaru, Rabu (28/10). Dalam laporannya, MI menyebutkan anaknya sudah dicabuli oleh RB.

"Laporannya masih dalam penyelidikan. Kami sudah memeriksa saksi pelapor. Sedangkan terlapor dalam waktu dekat akan kita panggil," ujar Bambang.

Sementara itu, korban MD selama ini terbilang anak yang baik. Bahkan bisa dikatakan sebagai anak yang penurut. Orangtuanya bahkan tidak pernah menyangka jika MD sudah melakukan perbuatan yang tidak senonoh tersebut.

Dari keterangan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Riau, Ester Yuliani yang mendampingi kasus tersebut, MD tipikal anak yang baik. Di rumah, komunikasinya dengan orangtua bisa dikatakan baik.

Hanya saja, sikap tersebut hanya ditunjukkan selama ia berada di rumah. Saat ia sudah berada di luar atau bergaul dengan teman-temanya, MD memperlihatkan sikap yang berbeda.

Menurut Ester, perbedaan sikap tersebut lebih disebabkan pergaulan MD dengan teman-temannya, pergaulan yang luput dari perhatian orangtua. Meski orangtuanya sendiri mengaku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga anaknya tersebut.

"MD terpengaruh karena pergaulan di luar. Orangtuanya menyebutkan sudah berusaha mengawasi anaknya. Karena itulah orang tuanya tidak habis pikir, MD ternyata nekad melakukan hubungan badan dengan RB," terang Ester.

Kasus yang menimpa MD, katanya, bisa diantisipasi sejak awal. Itu menyangkut bagaimana orangtua memposisikan diri pada anaknya. Salah satunya, adalah menempatkan diri sebagai seorang sahabat. Dengan begitu anak akan merasa lebih dekat hingga mau berkata jujur dan terbuka.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved