Ini Tiga Sentimen Negatif Penyebab Harga CPO Tertekan
Kasi Promosi dan Pemasaran Produk Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Riau,Rusdi sebut penurunan harga TBS disebabkan penekanan terhadap harga CPO
Penulis: | Editor: Sesri
Laporan iqbal
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kasi Promosi dan Pemasaran Produk Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Rusdi, Selasa (16/11/2015)menyebutkan, penurunan harga TBS disebabkan penekanan terhadap harga CPO.
"Harga CPO ini ditekan oleh tiga sentimen negatif yaitu merosotnya harga minyak mentah, harga kedelai dan penguatan nilai tukar uang," kata Rusdi yang juga sebagai Sekretaris Tim penetapan Harga TBS Provinsi Riau.
Turunnya harga minyak mentah menjadi dorongan sentimen negatif utama yang mengakibatkan harga CPO tertahan di dalam trend melemah. Melemahnya harga minyak mentah membuat bahan bakar alternatif yang dibuat dari CPO berkurang permintaannya.
Harga juga tergelincir setelah Baker Hughes melaporkan jumlah kilang minyak yang beroperasi di Amerika Serikat naik untuk pertama kalinya dalam 11 minggu.
Harga minyak berjangka WTI untuk kontrak bulan Desember ditutup turun 2,42%, pada 40,74 dollar per barel. Merosotnya harga minyak mentah ini memperpanjang kerugian mingguan ke terbesar dalam delapan bulan, sebesar 8% sejak Maret lalu.
Harga CPO bulan Januari 2016 yang merupakan kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia tampak mengalami pelemahan tajam. Harga kontrak Januari 2016 yang merupakan kontrak paling aktif mengalami penurunan sebesar 16 ringgit dan diperdagangkan pada posisi 2.316 ringgit per ton,sedangkan harga minyak sawit di Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) turun 0,99% menjadi Rp 6.575 per kg. (*)
Bagaimana mengatasi hal ini? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-tandan-buah-segar-kelapa-sawit_20151006_170216.jpg)