Senin, 20 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pembacokan

Malika Histeris Melihat Ibunya Jadi Korban Pembacokan

"Istri saya pernah memang cerita kalau dia (Dasmar) sering tidak masuk mengajar dan tak mau ditegur. Ternyata jadi begini jadinya," ucapnya.

Editor: harismanto

TRIBUNPEKANBARU.COM, UKUI - Kepala Unit Reserse dan Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Ukui Ipda Defrigo kepada Tribun, mengatakan, pelaku sudah ditangkap di Jalan Lintas Timur saat hendak melarikan diri.

"Dia sedang diperiksa secara intensif," ujarya.

Ia mengatakan, kepolisian masih mendalami insiden pembacokan oleh guru pada peringatan Hari Guru tersebut. Terkait motif pelaku membacok korban, kronologi kejadian, hingga asal-usul parang yang digunakan pelaku, Ipda Defrigo mengatakan pihaknya belum bisa memberikan banyak keterangan.

Polisi telah melakukaan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di areal sekolah yang masih berlumuran darah. Mereka juga memintai keterangan beberapa saksi mata.

Sebagaimana diberitakan, peringatan Hari Guru Nasional ke-70 di Kabupaten Pelalawan, Rabu (25/11), dinodai aksi keji seorang guru olahraga yang membacok Kepala SMKN Ukui Nova Damayanti hingga nyaris tewas.

Nova Damayanti, 35 tahun, yang telah dua tahun menjabat sebagai Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Ukui, menderita luka-luka serius di kepala, tangan dan kaki.

Untung saja kemudian parang terlepas dari gagangnya, sehingga ia bisa ditolong oleh rekan-rekan guru lainnya dan melarikannya ke rumah sakit.

Pelaku penganiayaan diketahui bernama Dasmar Joni Rosa (43), yang merupakan guru olahraga di sekolah itu.

Begitu tiba, Malika (11) menangis histeris di depan ruang operasi RS Evarina, Pangkalan Kerinci, Rabu siang. Ia syok mendengar ibunya, Nova Damayanti, terluka parah dan harus dioperasi.

Siswa kelas 6 SD itu tak henti-hentinya menangis. Ia segera dipeluk oleh ayahnya, Abdul Rahmat (36). Sambil menangis, putri pertama pasangan itu bertanya siapa yang membacok ibunya.

"Siapa yang membuat seperti itu sama ibu? Aku enggak mau," ucapnya sambil menangis.

Kerabat dan anggota keluarga berupaya menenangkan Malika yang masih menggunakan seragam putih merah itu. Ketika masuk ke ruang operasi dan hendak melihat ibunya, Malika jatuh pingsan.

Ia diboyong kembali keluar ruangan. Setelah siuman beberapa saat, ia tampak terkulai lemas. Air mata tak henti keluar dari matanya yang sembab.

Sementara Abdul Rahmat sangat terpukul dan syok mendengar kejadian itu. Karyawan perusahaan swasta itu mendapatkan informasi Nova dibacok istri rekan kerjanya yang bertugas di Dinas Pendidikan Pelalawan.

Tanpa pikir panjang, ia memacu kendaraan ke Ukui. Di perjalanan, ia ditelepon dan diminta untuk menunggu di Pangkalan Kerinci, karena istrinya dirujuk ke RS Evarina.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved