Jumat, 10 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Penyakit Borok Menyebar, ISIS Dituduh Sebar Kuman Pemakan Daging

Lembaga Bulan Sabit Merah Kurdi mengatakan kelompok ISIS bertanggungjawab atas penyebaran kuman pemakan daging yang kini menyebar di Suriah.

Penulis: Ariestia | Editor: Ariestia
ThinkAgain_DOS/Twitter/Rudaw.net
Sebanyak 500 kasus penyakit Leishmaniasis di wilayah Suriah dilaporkan dalam 12 bulan ini. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Lembaga Bulan Sabit Merah Kurdi mengatakan kelompok ISIS bertanggungjawab atas penyebaran kuman pemakan daging yang kini menyerang Suriah.

Menurut pekerja kemanusiaan, lebih dari 500 kasus penyakit Leishmaniasis dilaporkan dalam 12 bulan ini. Foto-foto memperlihatkan sebagian penduduk wilayah itu menderita borok di kulit.

"Sebagai hasil perbuatan buruk yang dilakukan ISIS di antaranya termasuk pembunuhan orang-orang tidak bersalah, lalu membuang mayat mereka di jalanan. Hal ini memicu faktor di balik cepatnya penyebaran penyakit Leishamaniasis," kata DilqashIsa, dari Bulan Sabit Merah Kurdi seperti dilansir Daily Mail.

Badan Kesehatan Dunia WHO telah mengatakan pelayanan kesehatan negara itu tak berfungsi akibat perang. Sementara itu menurut pejuang Kurdi, mereka memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai penyakit tersebut.

"Kami tidak punya pengetahuan tentang penyakit ini sebelumnya. Kami telah berjuang di medan perang selama hampir empat tahun. Penyakit ini muncul dari area Tal Hamis, Hon dan Qosa," katanya.

WHO telah memperingatkan perang sipil di Suriah dapat memberikan dampak dramatis pada kesehatan penduduk. Mereka mengklaim, ada 13 juta orang Suriah yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

"Walaupun kami sudah berusaha yang terbaik, kebutuhan medis meningkat. Krisis yang lebih dari empat tahun telah menyebabkan sistem kesehatan Suriah memburuk. Kami melihat peningkatan kasus trauma, peningkatan kebutuhan kesehatan mental, masalah kesehatan reproduksi dan penyakit menular dan tidak menular," sebut WHO.

Menurut WHO, 58 persen rumah sakit umum di negara itu hancur total maupun sebagian.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved