Selasa, 7 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pria Ini Ingin Membuat Film Berjam-jam dengan Mata Kamera

Pria ini mendapat ilham untuk memodifikasi mata palsu tersebut dengan menempatkan kamera mini di dalamnya.

Penulis: harismanto | Editor: harismanto
Foto/skynews/repro
Rob Spence (43), seorang penggiat film di Toronto dengan mata robotnya 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Rob Spence (43), seorang penggiat film di Toronto, Amerika Serikat (AS), mengganti bola mata kanannya dengan sebuah kamera mini.

Bukan tanpa alasan ia melakukannya, Amerika Serikat (AS) Rob Spence yang menyebut dirinya sebagai Eyeborg, kehilangan mata kanannya dalam sebuah insiden ketika berusia sembilan tahun.

Foto/odditycentral.com

Saat itu, mata kanannya tertembak shotgun ketika hendak menembak sekelompok sapi.

Akibat kerusakan yang parah, bola mata kanannya itu tidak dapat diselamatkan dan ia terpaksa memakai bola mata palsu sejak kejadian tersebut.

Namun, baru-baru ini, pria ini mendapat ilham untuk memodifikasi mata palsu tersebut dengan menempatkan kamera mini di dalamnya.

Namun, kamera mini ini tidak terhubung dengan saraf optik, sehingga Rob Spence tidak bisa melihat melaluinya. Untuk itu, ia menggunakan perantara sebuah monitor portable.


Eyeborg Man Rob Spence Fits Video Camera Into... oleh RettaGantt

Kamera itu memiliki sinyal pemancar mini yang terhubung dengan monitor portabel untuk memfasilitasi Spence melihat melalui kamera mini.

"Saya masih ingat lagi candaan orang lain tentang memasang kamera di dalam mata palsu ini. Jadi saya merealisasikan ide itu seperti dalam film atau kisah fiksi ilmiah," katanya seperti dilaporkan The New York Post yang dikutip Oddity Central.

Foto/odditycentral.com

Kamera mata itu dapat merekam video selama tiga menit sebelum menjadi panas dan harus dikeluarkan dari lubang mata Spence.

Namun baginya, waktu itu sudah cukup untuknya menjalani wawancara eksklusif atau sulit tanpa membawa peralatan rekaman.

Tentu saja, mata kamera Rob Spence telah menimbulkan kekhawatiran privasi dan keamanan, seperti teknologi kamera tersembunyi lainnya.

"Ada dua reaksi. Awalnya sih reaksinya 'Wow, itu sangat keren'. Lalu, beberapa saat kemudian, 'tapi itu sangat mengerikan'," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved