Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Usai Curi Motor, Pemuda ini Ngamar dengan 'Cabe-cabean'

"Iya bang uangnya dipakai buat nginap di hotel sama cewek 'cabe-cabean', siswa SMP," kata Ibal

Editor: harismanto
TribunPekanbaru/Melvinas Priananda
Tiga tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor dihadirkan saat ekspos kejadian beserta barang bukti dan hasil curian di Mapolresta Pekanbaru, Rabu (27/1/2016). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dugaan perbuatan jahat yang dilakukan Al Juhri alias Ibal alias Babal membuat pihak kepolisian geleng-geleng kepala. Betapa tidak, di usianya yang menginjak 20 tahun ini, Ibal sudah melakukan pencurian sepeda motor di 28 lokasi.

Meski sudah tertangkap polisi, Ibal tampak santai dan terlihat murah senyum. Saat digiring ke Mapolresta Pekanbaru, Rabu (27/1/2016) warga Jalan Lintas Timur gang Kenanga Tenayan Raya ini bukanya menyesal atau ketakutan, ia malah membuat anggota kepolisian tertawa.

Saat ditanya wartawan, Ibal tampak santai menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan kepada dirinya. Bahkan sesekali dia masih sempat berseloroh dengan wartawan dan anggota kepolisian.

Saat ditanya untuk apa uang hasil penjualan sepeda motor curian tersebut, Ibal dengan polosnya menjawab jika uang tersebut digunakan untuk membayar biaya menginap di hotel bersama wanita di bawah umur.

"Iya bang uangnya dipakai buat nginap di hotel sama cewek 'cabe-cabean', siswa SMP," kata Ibal yang mengundang tawa anggota kepolisian di Mapolresta Pekanbaru, Rabu (27/1/2016).

Selain digunakan untuk menginap di hotel bersama dengan wanitanya, dia juga mengaku menggunakan uang hasil penjualan sepeda motor curian tersebut untuk membeli Narkoba jenis sabu-sabu dan untuk bermain game online.

Ibal mengaku tidak sendirian saat melakukan pencurian sepeda motor, dia dibantu oleh dua orang rekannya yang hingga kemarin masih diburu polisi. Keduanya yakni Cipung dan Sandi.

Ibal yang mengaku sudah melakukan pencurian sepeda motor sejak tahun 2014 lalu ini mengaku mengincar sepeda motor jenis matik dan bebek. Sebab menurut dia, sepeda motor jenis matic dan bebek cukup mudah untuk "dipetik".

Bahkan dia mengaku hanya butuh waktu tiga menit sudah bisa membawa kabur sepeda motor korban. Sementara untuk lokasi yang dia incar diantaranya adalah sepeda motor yang ada diparkiran hotel, hutan kota, taman kota serta diswalayan.

"Tapi yang paling banyak di lokasi balap liar. Mereka (korban) memarkirkan sepeda motormya ditempat gelap dan yang punya sepeda motor lihat balap liar," katanya.

Sejauh ini, tersangka Ibal mengaku sudah menyatroni tiga hotel yang ada di Pekanabaru, yakni Hotel Parma, Hotel Intan dan Hotel Holiday.

Dari parkiran ketiga hotel ini Ibal mengaku sudah berhasil mencuri sebanyak 4 unit sepeda motor. Selain di Pekanbaru, dia juga pernah melakukan aksi pencurian sepeda motor diwilayah Kampar.

Sepeda motor hasil curian tersebut kemudian dirinya jual kepada salah seorang penadah berinisial AT wargan Pasir Pengayaraian. Rata-Rata sepeda motor tersebut dijual seharga Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta.

"Biasanya kalau habis metik, motornya kami bawa nginap ke hotel. Setelah itu baru kami telepon AT (penadah warga Pasir Pengaraian). Dia yang jemput ke sini," kata Ibal.

Tersangka Ibal diringkus tim buru sergap (Buser) Polsek Tenayan Raya saat tengah asik bermain game online di warnet Master Jalan Singgalang Tenayan Raya, Minggu (24/1/2016) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved