Imlek 2567
PSMTI Rayakan Imlek 2567 dengan Perbanyak Kegiatan Sosial
"Tahun ini kita membagikan paket Imlek hingga 600 buah," kata Ket Tjing, Wakil Ketua Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau
Penulis: Syahrul | Editor: harismanto
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Merah. Begitulah nuansa warna yang terlihat di sepanjang Jalan Karet, Kota Pekanbaru. Ratusan lampion digantung melintang di atas badan jalan. Terhubung dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Kondisi itu seakan penanda, perayaan tahun baru Imlek 2567 semakin dekat.
Di sejumlah pusat perbelanjaan modern di Pekanbaru suasana Imlek juga terlihat. Contohnya di gerbang parkir Mal Pekanbaru yang sudah memasang lampion.
Sementara, di pusat perbelanjaan Senapelan Plaza, suasana meriah Imlek terdengar dengan diputarnya lagu berbahasa Mandarin.
Wakil Ketua Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau, Ket Tjing mengatakan, perayaan Imlek tahun ini, pihaknya lebih memperbanyak kegiatan sosial dengan saling berbagi. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung sesama saudara yang kurang beruntung.
"Tahun ini kita membagikan paket Imlek hingga 600 buah. Berbeda dengan kebiasaan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 200-300 buah," ungkap Ket Tjing.
Sejarah Imlek sendiri, dimaknai oleh masyarakat Tionghoa dari dua sisi. Pertama, dari sisi kebudayaan.
Dimana perayaan Tahun Baru Imlek lekat dengan kebiasaan yang digelar oleh nenek moyang mereka di Negeri Tiongkok.
Dulu, di tanah asal masyarakat Tionghoa, Imlek dikenal sebagai perayaan musim semi. Dimana seluruh masyarakatnya yang ribuan tahun lalu berprofesi sebagai petani merayakan keindahan musim tanam.
Maka, oleh Kaisar Han Wu Di yang berkuasa pada saat itu, perayaan musim semi dilakukan sesuai dengan penanggalan Han. Kaisar tersebut memulai tahun pertama Imlek sekitar tahun 551 SM lalu.
Kedua, dari sisi keagamaan. Masyarakat Tionghoa khususnya yang memeluk ajaran Kong Hu Chu yang berasal dari seorang Confucius.
Orang bijak tersebut lahir pada 551 SM silam, dimana tahun kelahirannya itu kemudian ditetapkan sebagai tahun perayaan Imlek.
"Nah, kita tidak memandang perayaan tersebut baik dari segi relijius maupun kebudayaan. Pada dasarnya, Tahun Baru Imlek adalah milik seluruh warga Tionghoa dan seluruh masyarakat yang ingin merayakannya," terangnya.
Dalam perayaan Imlek 2567 kali ini, berbagai gelaran diadakan oleh panitia. Diantaranya, Lomba Kaligrafi Tionghoa yang diselenggarakan pada 24 Januari lalu.
Ada pula bazar Imlek yang dibuka malam ini hingga 6 Februari mendatang. Perayaan Imlek bersama 2567/2016 dan Perayaan Cap Go Meh 2567 pada malam puncak 21 Februari mendatang.
Ketua PSMTI Riau, Peng Sunyoto melalui rilis media, 1 Februari lalu menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/vihara-berbenah_20160203_190026.jpg)