Pak Uwo Tusuk Leher Kerabat Gara-gara Utang Rp 300 Ribu
Jefri ditikam oleh SY alias Pak Uwo, 51 tahun, di leher. Lokasi ditemukan jasad Jefri merupakan tempat terakhir keduanya sempat cekcok mulut.
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tangis seorang perempuan muda sontak terdengar ketika melihat sosok jasad lelaki berlumur darah di semak-semak di Jalan Aur Kuning, RT 03 RW 04, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Kamis (4/2/2016) siang.
Perempuan berjilbab itu ternyata tak lain merupakan keluarga dari Jefri Hendri (38), pria yang tertelungkup kaku di semak. Perempuan muda itu meronta-ronta, histeris, hingga kerabat yang lain datang menenangkannya kemudian memapahnya menjauh dari tempat kejadian.
Belakangan diketahui, Jefri ditikam oleh SY alias Pak Uwo, 51 tahun, di leher. Lokasi ditemukan jasad Jefri merupakan tempat terakhir keduanya sempat cekcok mulut.
Suherlan, salah seorang saksi mata yang tiba paling awal di lokasi kejadian, menceritakan, siang itu ia mendengar teriakan minta tolong. Jarak rumah Suherlan dengan lokasi kejadian hanya 200 meter. Ternyata teriakan itu berasal dari Rizandi, teman Jefri.
"Saya mendengar teriakan minta tolong, kemudian saya datangi ternyata ada seorang lelaki yang sudah berlumur darah," terang Suherlan saat ditemui Tribun di lokasi kejadian.
Rizandi mengatakan kepada Suherlan, temannya baru saja kena tikam dan pelakunya langsung kabur. "Saya sempat berusaha mengejar pelaku menggunakan sepeda motor. Namun ia sudah tidak tampak lagi," terangnya.
Dari cerita yang ia dapatkannya dari Rizandi, korban ditikam oleh lelaki yang akrab dipanggil Pak Uwo karena persoalan utang Rp 300 ribu. "Korban dan pelaku sempat beradu mulut sampai akhirnya kena tikam. Katanya masalah utang," terang Suherlan.
Tribun masih sempat melihat jasad Jefri Hendri diangkat dari semak-semak oleh tim identifikasi Polresta Pekanbaru. Kaos putih yang dikenakan Jefri tampak berlumuran darah. Ia diduga kuat meninggal kehabisan darah akibat lukanya yang fatal di leher.
Serahkan diri
Hanya dalam waktu sekitar setengah jam, tersangka penikaman menyerahkan diri. Pria berusia 51 tahun berinisial SY dan akrab disapa Pak Uwo, yang sehari-harinya menjual es cendol durian, menyerahkan diri setelah dibujuk polisi.
Kapolsek Tenayan Raya Kompol Indra Rusdi mengemukakan, polisi dalam waktu singkat mendapatkan nomor handphone tersangka. "Kami menghubungi tersangka dan memintanya menyerahkan diri. Tersangka ternyata mengamininya dan menyerahkan diri ke Polsek Bukit Raya," terang Kompol Indra.
SY menyerahkan diri ke Markas Polsek Bukit Raya karena usai melakukan penikaman langsung kabur ke arah Simpang Tiga. "Jadi tersangka memilih kantor polisi terdekat. Selanjutnya kami jemput," ujar Kompol Indra.
Saat diamankan, tersangka tidak melakukan perlawanan. Tersangka tampak pasrah dan menyelesali perbuatannya. Ditemui di Markas Polsek Tenayan Raya, ia tidak banyak bicara.
Hanya saja penyesalan jelas terlihat dari rona wajahnya yang mengiba. Dan tangis SY pecah saat ditanya wartawan perihal penikaman yang dilakukannya.
SY terisak-isak. Ia cepat-cepat ditenangkan Kapolsek agar tidak semakin histeris. "Sudah ya, biarkan dia (tersangka) tenang dulu," ujar Kapolsek Tenayan Raya Kompol Indra Rusdi.
Menurut Kapolsek, sebenarnya antara Pak Uwo dan Jefri masih memiliki hubungan keluarga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/jefri-pria-tewas-di-tenayan-raya_20160204_125151.jpg)