Kamis, 9 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pimpinan KPK: Suka Menyanyi Bisa Cegah Korupsi!

Dalam acara tersebut, Indonesia Corruption Watch bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta komunitas

Editor:
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Komisioner KPK Saut Situmorang saat menghadiri konferensi pers Transparency International Indonesia di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/1/2016). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Sarana belajar anak tak hanya di ruang kelas, membaca, menulis, dan berhitung. Dengan menyanyi pun anak bisa pintar karena otak kanan dan kirinya seimbang. Termasuk belajar untuk tidak korupsi.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang mengamini hal tersebut. Orang yang terbiasa menyanyi, kata dia, otaknya akan berkembang lebih baik dan inovatif.

"Kalau otak kiri dan kanan tidak seimbang, bisa jadi jahat, tidak aware. Siapa tahu nanti adik-adik jadi ketua KPK," ujar Saut dalam acara "Lagu Anak Hebat" di Jakarta, Sabtu (12/3/2016).

Dalam acara tersebut, Indonesia Corruption Watch bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta komunitas Mari Nyanyi meluncurkan album berisi 10 lagu anak-anak. Lagu-lagu tersebut digagas untuk memberi edukasi pencegahan praktik korupsi.

Saut mengatakan, selama ini kebanyakan orang mengandalkan otak kiri untuk bekerja. Sementara otak kanan sebagai penggerak motor kreasi dan kemampuan intuitif kurang diseimbangkan dengan otak kirinya.

"Menyanyi itu akan membuat orang mempunyai perasaan, solider sama orang lain," kata Saut.

Karakter seseorang, kata Saut, bisa dibentuk sejak kecil. Jika masa kecilnya sang anak dibiasakan untuk disiplin dan taat aturan, maka kemungkinan besar karakter itu masih terus dipegang hingga dewasa.

Menurut dia, yang terpentinga adalah integritas. Misalnya, satu politikus dikenal punya kinerja baik dan loyal kepada partainya. Namun, begitu diberi jabatan di parlemen, politikus itu malah tergiur dengan korupsi. Citranya selama ini di partai pun hancur karena tidak memiliki integritas.

"Integritas harus dibentuk agar karakternya tidak berubah ketika dia berkuasa. Karakternya tidak berubah ketika mereka ada jabatan," kata Saut. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved