Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ini Tafsir Ahok Soal Tudingan 'Jantan' Oleh Megawati Soekarnoputri

Apalagi di tengah kekisruhan isu deparpolisasi yang mencuat di publik, disebabkan dirinya yang memilih maju melalui jalur

Editor:
Tribunnews/ist
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat menjadi pembicara kunci di Seminar Konstitusi “Mengkaji Wewenang MPR dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia” yang di gelar di Gedung MPR, Selasa (18/8/2015). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama diminta bersikap jantan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Apa maksudnya?

Basuki yang akrab disapa Ahok ini menjelaskan maksud Megawati itu.

Menurutnya, Megawati tidak mengira Ahok akan datang ke acara peluncuran buku kisah perjalanan hidup Megawati, "Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat" pada Rabu (23/3/2016) malam.

Apalagi di tengah kekisruhan isu deparpolisasi yang mencuat di publik, disebabkan dirinya yang memilih maju melalui jalur perseorangan didukung oleh Teman Ahok.

"Bu Mega kan dia suka bercanda. Orang suka berpikir, mungkin orang PDIP berpikir saya pasti enggak berani datang, walau pun Bu Mega undang. Itu kan kayak sarangnya PDIP itu," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (24/3/2016).

Ahok yakin kader-kader PDIP menyampaikan kepada Megawati bahwa dirinya tidak berani datang.

Ahok sempat mendengar bisik-bisik Megawati kepada orang yang duduk di sebelahnya.

"Pasti mereka (PDIP -red) sampaikan ke Bu Mega seolah-olah enggak mau datang. Terus aku dengar, enggak tahu benar atau tidak, Bu Mega berpikir saya diajak Pak Jokowi ke Kalimantan, jadi saya enggak bisa hadir," imbuh dia.

Ahok menilai wajar Megawati menyebutnya sebagai orang yang jantan datang ke acara peluncuran buku kisah perjalanan hidup Megawati.

"Kemudian, Bu Mega datang, saya datang, dia kaget saya hadir. Padahal dia (PDIP -red) bisik-bisikin saya enggak berani datang, takut ada orang PDIP begitu banyak," tegasnya.

Ahok menjelaskan, dalam acara itu, seharusny dia yang duduk bersebelahan dengan Megawati. Namun karena Ahok telat hadir, akhirnya dia duduk di sebelah meja Megawati.

"Tadinya kan saya dikasih satu meja sama Bu Mega sebetulnya. Cuma karena datang telat ada urusan (di Balai Kota -red), jadi saya ngomong ke Bu Mega, Bu Mega tolong bilangin ke orang PDIP, Ahok itu jantan, berani!" kata mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

Peristiwa soal 'Jantan' itu terjadi saat peluncuran buku‎ Megawati yang berjudul "Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat" Rabu (23/3/2016) malam.‎ Ahok hadir dalam peluncuran buku tersebut.

Ahok duduk semeja dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat dan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Saat itu Megawati menjadi pembicara dan duduk diatas panggung.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved