Selasa, 7 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Lebaran 2016

Jelang Lebaran, Pedagang Parcel Mengeluh Penjualan Menurun

pedagang musiman parcel di sepanjang Jalan Tuanku Tambusai mengeluh lantaran penjualan yang menurun.

Editor: Sesri
TribunPekanbaru/TheoRizky
Para pekerja tengah mempersiapkan parcel di sebuah toko spesialis papan bunga dan parcel di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, Senin (13/6/2016). 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru Firmauli Sihaloho

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Hari Raya Idul Fitri semakin dekat namun para pedagang musiman parcel di sepanjang Jalan Tuanku Tambusai justru mengeluh lantaran penjualan yang menurun.

Menurut pemilik Bunda Parcel, Ayun, penjualannya menurun drastis jika dibandingkan Ramadhan tahun lalu.

"Sangat merosot sekali penjualan kita. Tahun lalu, dua minggu jelang lebaran sudah banyak yang memesan, namun sekarang baru 100 parcel yang dipesan," tuturnya.

Selain itu, ia juga mengeluhkan harga bahan baku yang semakin naik sehingga harga parcel yang ditawarkan juga naik.

"Kalau tahun lalu kita masih terima pesanan parcel seharga Rp 100 ribu, namun sekarang tidak bisa lagi, minimal harga parcel kita Rp 150 ribu, itupun dengan pengurangan barang didalam parcel," jelasnya kepada TribunPekanbaru.com, Jumat (24/6/2016).

Hal yang sama juga dirasakan Alif Parcel yang telah beroperasi sejak lima tahun.

"Sepi sekali penjualan kita kebanyakan masyarakat baru sebatas menanyakan harga. Kalau tahun lalu, 20 hari jelang lebaran saja sudah banyak yang membeli dan memesan," ujar seorang karyawan Alif Parcel.

Ia mengaku penurunan penjualan ini juga diakibatkan oleh larangan pemerintah untuk memberikan parcel kepada para pejabat dan pegawai.

"Disamping itu harga bahan baku juga mempengaruhi penjualan. Masyarakat banyak terkejut dengan harga sekarang, padahal kita hanya mengikuti harga bahan baku di pasaran," terangnya.

Pihaknya sendiri menjual parcel seharga Rp 275 ribu hingga Rp 1,5 juta. Harga ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

"Kalau tahun lalu kita masih bisa memulai di angka Rp 100 ribu per parcel nya, tapi sekarang tidak bisa lagi, karena harga bahan baku di pasaran juga naik," tutupnya.(*)

Baca Selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved