Tribun Video
VIDEO: Kerajinan Miniatur Milik Afifudin Pernah Jadi Cenderamata di Jepang
Di rumah kerajinan Lancang Kuning sederhana miliknya yang terletak di kampung Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir telah menghasilkan lebih dari-
Penulis: David Tobing | Editor: Muhammad Ridho
Laporan videografer Tribunpekanbaru.com, David Tobing
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Berbagai bentuk miniatur bangunan khas Riau mampu dihasilkan oleh pengerajin Afifuddin A Lubis (51).
Di rumah kerajinan Lancang Kuning sederhana miliknya yang terletak di kampung Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru itu, Afifudin Lubis telah menghasilkan lebih dari 500 jenis miniatur.
Berbagai jenis miniatur dengan kualiatas seni tinggi mampu dibuat oleh sang pengerajian seperti perahu lancang kuning, rumah panggung tradisonal melayu Riau, istana siak, hingga miniatur pompa angguk.
Semua miniatur dibuat dengan menggunakan bahan yang cukup mudah didapatkan seperti misalnya bambu dan limbah kayu mebel.
Ditengah kesibukkannya membuat miniatur rumah panggung khas Riau, Afifudin menceritakan awal mula beridirinya rumah kerajinan miliknya itu.
Dia mengatakan berawal dari hobi dan kecintaanya membuat kerajianan miniatur sekitar tahun 2006 lalu.
Awalnya dia membuat miniatur dengan tujuan hanya untuk dijadikan koleksi pribadi dirumahnya.
Ternyata, beberapa tamu dan kolega yang datang kerumahnya begitu tertarik dengan miniatur yang dibuat oleh Afifudin.
"Sejak itu mulai banyak yang memesan miniatur dari saya untuk dihadikan cenderamata,"kata Afifudin menceritakan kisahnya.
Namun, Afifufudin baru mulai serius menggeluti usaha pembuatan miniatur itu sekitar tahun 2011 lalu.
"Saat pulang kampung saya berkeliling dan tidak menemukan ada cinderamata khas Riau. Kemudian tercetus ide untuk membuat miniatur khas Riau,"katanya.
Benar saja, berbagai miniatur khas Riau yang dibuatnya ternyata mendapat respon positif dari masyarakat, dan kemudian banyak yang memesan miniatur kepadanya.
Meski banyak pemesan, Afifudin mengaku sempat mengalami kendala dalam proses pemasaran miniatur miliknya.
"Untuk proses pemasaran, saya lakukan dengan mengikuti beberapa pameran. Hanya saja saya sering tidak ikut karena tidak dapat informasi kegiatan,"katanya.