Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Budidaya Jamur Semakin Mandiri Bersama Pertamina

Sejak menjadi satu Mitra Binaan Pertamina RU II Dumai pada 2012 silam, Kelompok Tani Usaha Berkah terus menyebar energi positif kepada petani lainnya

Penulis: Fernando | Editor: harismanto
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Ketua Kelompok Tani Usaha Berkah, Suryanto melihat kondisi jamur tiram di dalam Rumah Jamur di Gang Budi I, Jalan Budi Rejosari, Kota Dumai, Kamis (27/10/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sikumbang
TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Kelompok Tani Usaha Berkah kini semakin mandiri. Setelah menjadi satu Mitra Binaan Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai, peningkatan perekonomian tidak hanya dirasakan para anggota kelompok budidaya jamur tiram (Pleurotus ostreatus) saja.

Namun, perekonomian kaum ibu yang berada di sekitar Kumbung atau Rumah Jamur, di Gang Budi I, Jalan Budi Rejosari, RT 09 Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Provinsi Riau juga meningkat, setelah ikut diberdayakan dalam usaha budidaya jamur tiram.

Biasanya kaum ibu yang tinggal beberapa meter dari Tembok Kilang Pertamina Putri Tujuh Dumai tidak memiliki sumber penghasilan tetap. Namun, kini mereka memperoleh penghasilan rutin. Sebab mereka setiap hari membuat Baglog, yang menjadi media tumbuh Jamur.

Sejak menjadi satu Mitra Binaan Pertamina RU II Dumai pada 2012 silam, Kelompok Tani Usaha Berkah terus menyebar energi positif kepada petani yang hendak memulai usaha budidaya jamur tiram. Bahkan kini Kelompok Tani Usaha Berkah memberi pembinaan kepada petani yang berada di luar Ring I Kilang Pertamina Putri Tujuh. Guna meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Seperti di Kelurahan Bukit Batreem, Kelurahan Bumi Ayu, Kelurahan Bukit Timah hingga Kelurahan Tanjung Penyembal. Mayoritas anggota binaan merupakan kelompok tani. Sebagian ada yang baru belajar budidaya jamur.

Mereka dibimbing langsung oleh Ketua Kelompok Tani Usaha Berkah, Suryanto. Pria yang disapa Surya, kerap menjadi pembicara dalam pelatihan pertanian. Pria 41 tahun ini berupaya mengajarkan metode budidaya jamur, agar hasilnya optimal.

Apalagi yang belajar tidak hanya dari Dumai, tapi ada juga yang berasal dari Kabupaten Rokan Hulu. "Mereka antusias belajar budidaya jamur. Saya berharap nanti bisa diterapkan di rumah jamur milik mereka," ujar Surya kala berbincang dengan Tribun, Kamis (27/10/2016).

Menurut Surya, sebagian kelompok binaan yang dibimbingnya kini sudah mulai membuka usaha budidaya jamur sendiri. Seperti kelompok binaan di Kelurahan Bukit Timah dan Kelurahan Tanjung Penyebal. Mereka mencoba menerapkan apa yang diperoleh selama pelatihan.

Hal ini juga diterapkan Sosok Succes Story Pertamina RU II Dumai, saat pertama kali menekuni budidaya jamur pada empat tahun lalu. Awalnya kelompok ini merintis usaha Jamur Tiram dari Rumah Jamur berukuran 4x5 meter. Rumah itu hanya bisa memuat 200 Baglog.

Tapi setelah memperoleh bantuan pembinaan senilai Rp 39 Juta lewat Program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina RU II, budidaya jamur tiram yang mereka kelola berkembang pesat. Sebab mereka memperluas Rumah Jamur menjadi 6x10 meter. Sehingga mampu memuat 6.000 Baglog Jamur.

Penjualan Baglog dan jamur tiram segar juga merambah daerah di luar Kota Dumai. Seperti Tembilahan (Kabupaten Indragiri Hilir) dan Kabupaten Bengkalis. Rencananya juga dikembangkan ke Kabupaten Rokan Hulu.

"Kini permintaan jamur tiram segar semakin banyak. Begitu juga permintaan Baglog," papar Petani Berprestasi pada Hari Pangan Sedunia tahun 2014 di Dumai.

Sementara itu, Bendahara Kelompok Tani Usaha Berkah, Nurlaili mengaku bahwa mereka juga dipercaya sebagai pemasok jamur tiram segar untuk sebuah Restoran Vegetarian di Jalan Sultan Syarief Kasim, Kota Dumai. Sebagian jamur tiram segar juga mereka jual ke sejumlah pedagang di pasar tradisional.

Setiap bulannya mereka bisa menjual 150 Kg jamur tiram segar. Mereka juga menjual ribuan Baglog setiap bulannya. Serta menjual jamur tiram olahan sesuai permintaan konsumen.

"Omzet penjualan bisa mencapai Rp 10 Juta setiap bulannya. Tapi itu fluktuatif," ulas wanita berkerudung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved