Apakah Kecanduan Kopi pada Remaja Berdampak Mengerikan? Simak Hasil Riset Ini
Kendati masuk hanya 24 persen dari populasi AS, generasi ini menguasai 44 persen permintaan kopi.
Pertama, kafein dalam kopi dapat mempengaruhi kualitas tidur yang tentu amat penting bagi perkembangan otak dan pertumbuhan remaja.
Kekurangan tidur dapat berdampak pada fungsi tubuh yang tak sempurna di masa depan.
Asupan kafein juga dapat meningkatkan suasana hati.
Pada sejumlah orang hal itu justru malah memperparah perasaan stres, galau dan kecemasan yang lazim dialami remaja.
"Tentu saja, efek minum kopi penting untuk dipertimbangkan di semua usia. Kafein terbukti meningkatkan tekanan darah dan detak jantung serta memiliki efek diuretik ringan yang bikin buang air kecil," kata Clow.
Berhubung kopi merupakan stimulan yang dapat menekan nafsu makan, minum terlalu banyak dapat membuat kita tak nafsu makan siang dan tak mendapatkan makanan kaya gizi.
Lantas apa dampaknya terhadap kecanduan?
Tentu, jika kita mulai di usia muda, semakin lama kita tenggelam di dalamnya.
"Mayoritas riset terhadap ketergantungan kafein dilakukan pada orang dewasa. Tetapi jika kita mulai minum kopi di usia remaja, Anda mungkin mengalami ketergantungan lebih dini," kata Clow.
Tak minum kopi dapat menyebabkan sulit berpikir, mudah marah, sakit kepala yang berlangsung beberapa hari.
Tetapi gejala ketagihan ini dapat menjadi lebih parah atau tidak pada sejumlah orang.
"Apa yang terjadi secara kimiawi ketika kafein berhenti diasup adalah otak dibanjiri adenosine dan kadar dopamine menurun."
"Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan kimiawi otak dan menyebabkan beberapa gejala ketagihan," ujar Clow. (Kompas.com Kontributor Health/ Dhorothea)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/harga_kopi_kesopanan-restoran-spanyol_20160906_144429.jpg)