Begini Nasib Para Kurir Go-Food, Sedih Banget Gan!
Nggak jarang, para kurir ini bernasib malang. Mulai dari pesanan dikerjai oleh pelanggan fiktif, sampai pelanggan yang nggak mau bayar pesanannya.
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Tisa Ajeng Misudanar Azryatiti
TRIBUNPEKANBARU.COM - Guys, kalian pasti pernah, dong, memesan makan lewat aplikasi Go-Food.
Aplikasi ini memudahkan kalian yang mager (males gerak) untuk keluar cari makanan.
Apalagi pas lagi ujan, kalian laper pingin makan tapi nggak ada makanan di rumah.
Tapi sekarang dimudahkan dengan aplikasi smartphone Go-Food.
Tinggal pesan, makanannya datang diantar oleh kurir dari Gojek.
Tapi nggak jarang, para kurir ini bernasib malang.
Mulai dari pesanan dikerjai oleh pelanggan fiktif, sampai pelanggan yang nggak mau bayar pesanannya.
Baru-baru ini pemilik akun Facebook MartabakHawaii Sidoarjo mengunggah ceritanya mengenai nasib para kurir Go-Food yang sering membeli martabak di tempatnya.
Statusnya ini diberi judul, "Gojek Oh Gojek."
Dia bercerita bagaimana keluarga para kurir Go-Food ini hanya mendapatkan aroma makanan yang diantarkan olehnya.
"Suatu hari seorang gojek pernah berkata pada saya..."Saya sering order makanan mbk..tpi kasihan istri sya gk pernah saya belikan makanan sprti ini..smp istri sya protes kok di kasih baunya aj toh pak..tpi makanannya utk orang"
"Wihhh..perih hati ini dengarnya," tulisnya.
Dan yang paling menyedihkan, bagaimana seorang kurir Go-Food ditolak oleh pelanggan karena terlalu lama menunggu, padahal kurir tersebut harus meneduh gara-gara hujan yang deras.
"Semalam lain lagi, mata smp berkaca kaca.. Jam 10 malam habis Hujan deres..sederesnya, sdh mau pulang dri toko karyawan saya memanggil
Mbk ada gojek...mau nanya..
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/gojek-dan-tukang-martabak_20161121_084159.jpg)