Ini yang Dialami Muskandi Usai 30 Menit Bertarung dengan Buaya Ganas
Dibantu adik adik-kakak,dan sejumlah warga, Muskandi dievakuasi ke Rumah Sakit Arsani Sungailiat.
TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKA - Nyawa Muskandi (43), hampir saja melayang setelah sekitar 30 menit bertarung dengan buayaganas di tengah Kolong (danau) Parit 10 Dusun Cengel Desa Jurung Kecamatan Merawang Bangka, Kamis (1/12/2016). .
Ayah empat anak ini berhasil mendarat di tepi kolong, dalam kondisi kedua tangan penuh luka bahkan ceceran darah, membaluti sekujur tubuhnya.
Langkah pria ini seketika terhenti, Muskandi pun roboh tak berdaya di pelukan sang istri, Martina di tepi kolong (danau).
Sementara, buaya yang menggigitnya, menghilang ke dasar kolong (danau).
Dibantu adik adik-kakak,dan sejumlah warga, Muskandi dievakuasi ke Rumah Sakit Arsani Sungailiat.
Ia kemudian dibawa menuju Ruang operasi (bedah) rumah sakit setempat, karena bekas gigi tajam buaya merobek daging, menembus otot dan urat gerak kedua tangannya.
Kisah perkelahian Muskandi lawan Buaya, diceritakan langsung oleh saksi mata, Martiina (42), istri Muskandi (43).
Martina mengaku melihat langsung kejadian ini, dalam jarak hanya beberapa meter saja, dari bibir kolong (danau).
"Waktu itu, saya ikut suami (Muskandi) ngerobin (cari timah) dekat bibir kolong itu. Setelah habis kerja, kami membereskan peralatan mesin robin lalu menuju bibir kolong," kata Martina, kepada Bangka Pos Group, usai kejadian, Kamis (1/12/2016) petang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/pekanbaru-amphibian-and-reptile-community-2_20160904_112057.jpg)