Rabu, 22 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Advertorial

Menteri Hanif Titip Pesan Pembangunan Ponpes ke Pemprov Riau

Pemerintah Provinsi Riau menjadikan momentum Hari Santri Nasional tahun ini untuk membangun mentalitas, moral dan etika para peserta didiknya.

Editor: Sesri
ISTIMEWA
Gubri hadiri Apel Akbar Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2016 Provinsi Riau di Halaman Kantor Gubernur 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Demi mewujudkan masyarakat melayu yang agamis, Pemerintah Provinsi Riau menjadikan momentum Hari Santri Nasional tahun ini untuk membangun mentalitas, moral dan etika para peserta didiknya.

Bukan hanya itu, pencanangan Hari Santri oleh Presiden RI, Joko Widodo sendiri juga menjadi bentuk pengakuan Pemerintah Indonesia bahwa kaum santri dan ulama memiliki jasa perjuangan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia sangat besar.

Sejalan dengan hal tersebut, perkembangan Pondok Pesantren di Riau juga semakin menjamur. Tidak kurang dari 283 Ponpes dengan lebih 37 ribu santri tersebar di 12 kabupaten dan kota se-Riau.

“Dengan jumlah sebanyak itu, saya menyakini bahwa Riau akan aman dan kondusif,” kata Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dalam Peresmian Pesantren Al-Mujtahadah Pekanbaru, Kamis (6/10/2016) lalu.

Dengan jumlah Ponpes dan santri tersebut, kata Andi Rachman sapaan akrabnya mengatakan bisa membangun bumi melayu lancang kuning ini menjadi lebih maju dan berkembang lagi kedepan sesuai visi misi 2020. Yang mana, di dalamnya mengandung nilai agama, filosofi, moral dan budaya.

“Semoga ke depan Pemprov Riau dapat memperbanyak lagi jumlah santri-santri yang ada,” imbuhnya.

Hal ini dikarenakan sudah banyak lulusan santri yang menunjukan eksistensinya dalam dunia politik maupun dalam kepemimpinan di Indonesia, seperti halnya Menteri Ketenagarakerjaan RI, M Hanafi Dahkiri dan Menteri Sosial RI, Khofifah.

Apalagi dengan perkembangan zaman sekarang ini, santri-santri pun harus bisa mengikuti perubahan tersebut tanpa menghilangkan makna dan nilai-nilai ilmu pesantren.

“Dengan begitu, santri-santri dapat menyeimbangkan antara teknologi dan pribadi muslim yang beriman dan bertaqwa,” tuturnya.

Titip Pembangunan Ponpes

Sebagai mantan alumni santri Ponpes Sirajul Muhlasin, Payaman, Magelang, Muhammad Hanif Dhakiri selaku Menakertrans RI merasa bernostalgia berada diperesmian Ponpes Al-Mujtahadah, Pekanbaru.

Bukan hanya mengenang masa-masa selama menjadi santri saja, tidak lupa Hanif juga menitipkan pembangunan pesantren kepada orang nomor satu di Riau ini beserta Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Riau supaya alumni-alumni pesantren bisa juga bekerja selayaknya lulusan Sekolah Menengah Atas sederajat maupun Perguruan Tinggi lainnya.

“Tentunya dunia pesantren akan menyambut baik, kalau pemerintah mau mendukung pembangunan Ponpes ini,” imbuhnya.

Untuk menghancurkan satu negara. Kata Hanif, bisa dengan mudah dilakukan, yakni dengan menghancurkan pesantren-pesantren yang ada.

“Gampang kalau mau hancurin Indonesia, tinggal hancurin pesantren saja,” ucapnya.

Ia pun dengan tegas meminta santri-santri untuk berbangga diri. Karena, tanpa santri, ulama serta Ponpe Indonesia tidak akan bisa seperti sekarang ini.

"Kita harus bangga sebagai santri. Masyarakat santri berkiprah untuk memajukan masyarakat dan tatanan masyarakat," jelasnya. (Adv)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved