Dzikir, Fikir dan Mahir harus jadi Kompetensi Dasar Lulusan Universitas NU Sumbar
UNU seharusnya merupakan penggodokan mahasiswa yang nantinya memiliki kecakapan dalam dzikir, fikir dan mahir.
TRIBUNPEKANBARU.COM, PADANG - Rais Syuriah PWNU Sumbar, Buya Zainal mengungkapkan, tugas besar yang tengah dikerjakan PBNU saat ini yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia warga nahdliyin. Salah satu caranya yakni mendirikan perguruan tinggi di berbagai daerah termasuk di Sumbar.
“Militansi sangat diperlukan dalam membesarkan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumbar ini. Mari kita bersemangat dan berkeringat membesarkan lembaga ini,” terang Buya Zainal, saat pelantikan pejabat struktural di lingkungan UNU Sumbar, Minggu (19/2/2017) di Padang.
Ditegaskan, UNU adalah ladang ibadah dan pengabdian. Untuk itu, perlu semangat kebersamaan untuk membesarkannya. “Kita perlu bekerja secara ikhlas dan penuh kejujuran dalam membesarkan kampus ini,”harapnya.
“Mari kita tingkatkan kerjasama, terlebih target kita meraih mahasiswa 1.000 orang pada tahun ajaran mendatang,” tukas Buya Zainal.
Sementara, A’wan PBNU, Bagindo M Leter mengatakan, UNU seharusnya merupakan penggodokan mahasiswa yang nantinya memiliki kecakapan dalam dzikir, fikir dan mahir. Dzikir berkaitan dengan hubungan dengan Allah sang pencipta. Fikir berhubungan dengan kemampuan intelektual dan mahir berkaitan dengan kecakapan pribadi.
“Ketiganya harus tercermin dalam setiap lulusan UNU,” terang Buya Letter.
Buya Letter kemudian mengingatkan setiap mahasiswa UNU, tidak kalah dengan beruk piaman. Sekolahnya cuma tiga bulan, namun bisa menurunkan 500 butir kelapa per hari. “Mahasiswa yang kuliah 8 semester, kemampuannya jangan sampai kalah pula dari lulusan beruk pariaman ini,” terangnya.
Buya Letter juga menyampaikan tamsil, induk ayam dengan anak-anaknya terkait mutu lulusan UNU nantinya di dunia nyata. “Tak pernah bapak ayam bertanggungjawab terhadap anak-anaknya. Semua diurus induk ayam. Namun, tak pernah kita menyaksikan anak ayam kekurangan gizi sebagaimana terjadi pada manusia yang lengkap ibui-bapaknya,” terang dia bertamsil.
Dilantik Rektor UNU
Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumbar, Rudy Kusuma PhD, melantik wakil rektor, ketua program studi, pejabat rektorat, Lembaga Penjamin Mutu (LPM) dan pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) di lingkungan kampus berpaham ahlusunnah waljamaah itu, Minggu (19/2/2017) di auditorium UNU Sumbar, Jl Bandar Purus, Padang.
“Saya berharap, semua pihak yang dilantik ini segera bekerja. Dalam bekerja, junjung tinggi profesionalitas dan berintegritas,” terang Rudi usai pelantikan.
Menurutnya, UNU Sumbar sebagai kampus baru di Sumbar, harus segera berlari kencang menjalankan organisasi ini. "Untuk itu, kita harus kompak. Jangan suka bicara masalah di masa lalu karena itu hanya akan melemahkan semangat saja," terang dia.
Pada dosen, Rudy berpesan, agar banyak membaca agar ilmu yang diajarkan up to date. Kemudian, kompetensi juga terus ditingkatkan. Yang terpenting, seluruh aktivitas dijalankan secara tepat waktu.
“Setiap kita yang dilantik ini, harus pro aktif. Tidak menunggu saja. Selain itu, kita juga harus serius mengemban amanah sesuai dengan tugas (job description) yang diberikan,” terangnya.
Rudi berpesan, kurikulum yang harus disusun berdasarkan kompetensi (KKI). Sehingga, setiap lulusan yang dihasilkan memiliki kecakapan tertentu yang pada akhirnya bisa diserap dunia kerja secara cepat.
Semangat keterbukaan juga jadi pesan penting yang harus dijalankan. “Transparansi ini merupakan tonggak awal keberhasilan di masa depan,” terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/universitas-nahdlatul-ulama-unu-sumbar_20170220_082207.jpg)