Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Band Andi Menyapa

Program Prioritas Pemprov Riau Saat Ini

Untuk itu, ada beberapa sektor yang kini menjadi prioritas pembangunan, yakni sektor pariwisata, pertanian dan perikanan serta pengembangan SDM

Editor: harismanto
Bang Andi Menyapa 

ADA warga bertanya kepada saya, Pak Gub, apa yang menjadi program prioritas Pemprov Riau sekarang?

Saya katakan, dalam dua tahun terakhir, ekonomi Riau mengalami turbulensi akibat jatuhnya harga minyak di pasaran dunia. Diperparah lagi dengan produksi minyak di Riau yang juga semakin menurun. Sementara selama ini Riau sangat mengandalkan Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas (migas).

Kita tidak bisa berbuat apa-apa dalam penentuan harga migas karena itu sepenuhnya tergantung pasar dunia.

Dengan menurunnya DBH yang kita terima, tentu saja sangat berpengaruh kepada pembangunan di Provinsi Riau. Banyak hal yang ingin kita gesa pembangunannya menjadi terhambat karena minimnya anggaran.

Berkaca kepada kondisi ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tentu harus memutar otak mencari solusi agar pembangunan di Riau tetap berjalan lebih baik dan lebih cepat. Untuk itu, ada beberapa sektor yang kini menjadi prioritas pembangunan. Pertama, sektor pariwisata. Sejatinya, Riau memiliki banyak destinasi yang tidak kalah menarik.

Saat ini paling tidak ada empat destinasi yang pantas mendunia, yakni Gelombang Bono di Sungai Kampar, Teluk Meranti, Pelalawan, Pacu Jalur di Taluk Kuantan, Kuansing, Bakar Tongkang di Bagansiapiapi, Rokan Hilir, dan Tour de Siak di Siak Sri Indrapura.

Kita juga punya destinasi wisata Istana Siak, Candi Muara Takus (Kampar), puluhan air terjun yang tersebar di berbagai kabupaten, khususnya Kuansing dan Kampar, bahkan ada yang tertinggi di Sumatera dan juga pantai-pantai yang indah seperti di Rupat, Bengkalis. Kita juga punya empat sungai besar dan sejumlah ekowisata seperti di TNTN (Taman Nasional Tesso Nilo), Tahura, Cagar Biosfer Giam Siak Kecil dan lainnya.

Sayangnya, selama ini kita belum menyiapkan infrastruktur yang memadai untuk sampai ke destinasi-destinasi itu. Itu sebabnya, kini kita menggesa pembangunan infrastruktur terutama jalan agar wisatawan mudah menjangkau destinasi-destinasi wisata itu. Tahun ini ada sekitar Rp 854 miliar APBD Riau yang kita siapkan untuk sektor pariwisata. Kita juga mendapat bantuan dari APBN.

Tahun ini, misalnya, kita mendapat Rp54 miliar dari pusat untuk membangun jalan ke lokasi wisata Gelombang Bono, Teluk Meranti, Pelalawan. Nantinya dari Pekanbaru ke lokasi Bono bisa ditempuh kurang dari 2 jam perjalanan. Tahun ini, kita juga bangun jalan ke destinasi lain seperti ke Candi Muara Takus dan Rupat.

Kita bersyukur karena upaya kita ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Tahun ini Kemenpar menetapkan dan memasukkan tiga destinasi wisata kita ke kalender wisata nasional, yakni Gelombang Bono, Pacu Jalur dan Bakar Tongkang.

Khusus untuk Gelombang Bono, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bahkan sudah berjanji akan menjadikan destinasi ini sebagai destinasi wisata kelas dunia. Acara launching akan segera digelar di Kemenpar pada pertengahan bulan ini.

Menpar bahkan juga berjanji dalam enam bulan ini akan menetapkan kawasan Bono sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sehingga pemerintah pusat lebih mudah mengucurkan bantuan untuk membangun berbagai fasilitas yang diperlukan.

Kita juga bersyukur bahwa upaya kita menggenjot sektor pariwisata dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan hasil. Ini misalnya, sesuai rilis resmi yang disampaikan BPS Pusat, Riau pada tahun 2016 tercatat sebagai provinsi nomor dua setelah Sulut yang kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) naik secara signifikan.

Kunjungan wisman ke Riau memberikan kontribusi cukup lumayan terhadap angka 12 juta kunjungan wisman ke Indonesia. Harapan kita, tentu saja ke depan sektor pariwisata ini bisa memberikan multiplier effect bagi kemajuan ekonomi masyarakat Riau.

Event Cian Cui (perang air) di Selatpanjang, Meranti, baru-baru ini misalnya, telah dikunjungi lebih kurang 30 ribu wisatawan. Tentu saja potensi devisa yang bisa diperoleh Riau sangat besar dan dampaknya langsung diterima oleh masyarakat. Kita tentunya juga mendorong masyarakat untuk menumbuhkembangkan ekonomi kreatif agar sektor ekonomi rakyat tumbuh dan berkembang sehingga memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved