VIDEO: Tangis Haru 3 Duafa Usai Terima Donasi dari Komunitas Suisba Peduli Riau
Sesekali mereka mengusap air mata yang menetes dari kedua kelopak matanya, seolah tak percaya mendapat perhatian dan bantuan tersebut.
Penulis: Hendri Gusmulyadi | Editor: David Tobing
Laporan reporter Tribunpekanbaru.com, Hendri Gusmulyadi
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tiga duafa di Tambilahan Riau menagis haru menerima bantuan donasi yang disalurkan oleh komunitas Suisba Peduli Riau pada Sabtu (4/3/2017).
Sesekali mereka mengusap air mata yang menetes dari kedua kelopak matanya, seolah tak percaya mendapat perhatian dan bantuan tersebut.
Terdapat tiga rumah duafa yang disinggahi Suisba Peduli Riau selama di Tembilahan.
Pertama Nenek Baya berusia 70 tahun lebih yang beralamat Jalan Hidayat Ujung, RT 05 RW 2, Desa Sungai Piyai Tembilahan, dengan kondisi kehidupan sebatang kara.
"Rumah nenek baya cuma satu ruangan dengan ukuran 3 kali 4 meter, itupun di bangun atas swadaya masyarakat setempat. Semuanya di sana, mulai dari dapur, tempat tidur, bahkan menjadi kandang ayam milik Nenek," kata Ketua Suisba Peduli Riau Ummuzahrani, pada Tribunpekanbaru.com, Selasa (7/3/2017).
Kepada Nenek Baya, Tim Suisba Peduli Riau memberikan uang santunan serta kebutuhan pokok.
Suisba pun melihat, masyarakat RT setempat juga saling membantu dan peduli terhadap sesama.
Lokasi kedua, yakni tempat yang sama dengan nenek Baya, komunitas ini menyinggahi rumah seorang anak berusia 14 tahun bernama Budi.
Mereka memberikan Kursi Roda, serta beberapa kebutuhan pokok.
Ditempat ketiga, yang menjadi lokasi terakhir kunjungan Suisba Peduli Riau selama di Tembilahan, ialah Rumah Nenek Siti dan Nenek Mala, dua orang wanita lanjut usia yang tinggal dalam satu Rumah.
Di Rumah yang beralamat di Desa Sungai Piyai RT 006 RW 003, Kecamatan Kuala ini, Suisba Peduli Riau memberikan santunan berupa uang dan beberapa kebutuhan pokok lainnya.
Dua orang nenek Nenek kakak adik yang sama-sama memiliki Keterbatasan indra (Tuna Netra) ini juga tinggal tanpa adanya keluarga terdekat. Kondisi Rumah yang cukup memprihatinkan dengan dinding yang banyak lubang, sang nenek pun harus menjalankan kehidupan dengan kondisi apa adanya.
Sehari-hari, untuk bisa makan dan memenuhi segala kebutuhan lainnya, mereka harus menunggu sedekah dari tetangga dan bantuan orang-orang yang ada di sekitar.
"Jika tidak ada yang kasih bantuan, kabarnya nenek ini harus memasak sendiri. Bahkan mereka sering sekali kesenggol kuali panas saat memasak," sambung Ummuzahrani.