Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

EKSKLUSIF

Bisa Raup Puluhan Juta Sebulan

Pekerjaan yang ia sebut dengan membantu teman itu adalah mencarikan ‘pelanggan’ bagi teman-teman wanitanya yang menjajakan kenikmatan sesaat.

Editor: Sesri
ilustrasi prostitusi online 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sempat beberapa kali terbongkar, dan pelakunya dihukum, ‘bisnis’ prostitusi online di Kota Pekanbaru seakan tidak ada matinya.

Bahkan semakin marak seiring dengan kemajuan teknologi informasi (TI), khususnya media sosial.

‘Bisnis’ haram itu semakin mudah dilakukan. Penjaja seks komersial (PSK) menjajakan diri lewat media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, WeChat dan BeeTalk.

Bagi pemuda berinisial R ini, apa yang kerjakannya ia sebut dengan istilah 'membantu teman'. Walaupun bertolak belakang dengan nilai-nilai moralitas, R merasa tak ada yang aneh dengan apa ia lakukan.

Baca: Mau Ketemu? Bayar DP Dulu

Baca: VIDEO: Tokoh Agama Angkat Bicara Terkait Maraknya Prostitusi Online di Pekanbaru

Pemuda R masih berusia pertengahan dua puluhan. Namun, penghasilannya bisa membuat kebanyakan orang membelalakkan mata. Dalam sebulan bisa mencapai puluhan juta rupiah!

Baginya, uang dari hasil membantu teman itu digunakannya untuk memanjakan diri di salon-salon kesukaannya. Apalagi R tak pernah kekurangan uang karena masih ditanggung oleh keluarga.

Pekerjaan yang ia sebut dengan membantu teman itu adalah mencarikan ‘pelanggan’ bagi teman-teman wanitanya yang menjajakan kenikmatan sesaat.

"Aku mengerjakan ini sejak dua atau tiga tahun belakangan. Lupa persisnya. Sejak sering ikut teman-teman clubbing," kata R kepada Tribun pekan lalu.

Pemuda ini mengungkapkan, ia menawarkan jasa layanan seks para wanita muda dengan cara online. Mulai dari sosial media, hingga aplikasi perpesanan yang kini tengah menjadi tren di tengah masyarakat.

Baca: VIDEO: Psikolog: Prostitusi Online Akibat Tuntutan Gaya Hidup Berlebihan

Ilustrasi
Ilustrasi (Tribun Pekanbaru)

Tarif bantuannya tidaklah mahal. Hanya saja, ia minta siapa saja yang memesan perempuan-perempuan yang ia tawarkan, untuk membayar uang muka melalui rekening bank. Sementara sisanya bisa langsung diberikan saat kencan.

"Kalau dikasih lebih setelahnya, ya diambil juga," kata dia sambil tertawa kecil.

Prosedur ‘bisnis’ yang dilakukan oleh R tergolong sederhana. Biasanya, ia menawarkan perempuan-perempuan yang ada dalam daftarnya kepada teman-teman yang sudah ia kenal dan biasa ditemui saat tengah clubbing. Ia di antaranya menggunakan WhatsApp (WA) dan BlackBerry Messanger (BBM).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved