Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pembunuhan Satu Keluarga di Medan

Dukungan untuk Kinara Terus Mengalir . .

inara (4), bocah balita korban selamat dalam pembunuhan satu keluarga di Medan membaik setelah menjalani operasi

Editor: Muhammad Ridho
Tribun Medan/Array A Argus
Kinara, balita usia dua tahun ini satu-satunya korban selamat pembunuhan tapi wajahnya lebam. Kedua orangtuanya, kedua kakaknya, dan satu neneknya tewas dibunuh di rumahnya di Jalan Kayu Putih, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Minggu (9/4/2017). TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kinara (4), bocah balita korban selamat dalam pembunuhan satu keluarga di Medan membaik setelah menjalani operasi akibat luka di kepalanya.

Ia dirujuk ke RSUP Haji Adam Malik Medan, Selasa (11/4/2017), untuk menjalani operasi setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

"Kondisi pasien saat ini semakin membaik, ditandai dengan respons yang membaik, bicara aktif dan sudah dalam status perawatan biasa. Namun, pasien masih tetap dalam pengawasan ketat pihak kepolisian dan rumah sakit," kata Kepala Subbagian Humas RSUP H Adam Malik Masahadat Ginting melalui Ocha Dorothy, Sabtu (15/4/2017).

(Baca juga: Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Medan Mengaku Dibayar Rp 500.000)

Menurut dia, setelah menjalani operasi di bagian kepalanya pada Rabu (12/4/2017), Kinara dalam keadaan stabil dengan tingkat kesadaran yang semakin baik. Ia juga bisa bernapas tanpa bantuan tabung oksigen.

"Makan seperti biasa, masih diinfus, bicara aktif. Karena masih dalam pengawasan ketat, mohon maaf belum bisa diliput," katanya lagi.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Ginting juga mengatakan hal senada terkait kondisi Kinara.

"Kondisi Kinara pasca-operasi sudah membaik. Sudah masuk ruang perawatan, sudah mau makan dan minum," katanya singkat.

Dukungan mengalir

Dukungan untuk Kinara terus mengalir. Sejumlah tokoh bergantian mengunjungi Kinara, mulai dari gubernur, wakil gubernur, dan wali kota setempat.

Aksi solidaritas dan doa pun dilakukan sejumlah elemen di Kota Medan, salah satunya aksi doa bersama untuk Kinara yang dilaksanakan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Medan dan cabang-cabangnya.

Ada pula aksi dari Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Institute Teknologi Medan (ITM). Dengan duduk beralaskan tikar, massa ini menyatakan bahwa Kinara adalah pahlawan.

"Hentikam semua bentuk kekerasa terhadap anak, putuskan rantai kejahatannya. Kami berterima kasih kepada polisi yang telah menjaga dengan baik Kinara. Kami meminta pemerintah Provinsi Sumut dan Pemkot Medan untuk serius memulihkan psikis dan psikologis Kinara, dan memastikan masa depannya," kata Ketua LPA Kota Medan Miswardi Batubara.

Ketua LPA Sumut Muniruddin Ritonga menambahkan, perlu ada kurikulum perlindungan anak di setiap perguruan tinggi yang memiliki jurusan pendidikan di Indonesia sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya kekerasan terhadap anak.

Sementara itu, mantan Ketua PMII Kota Medan, Ali, mengutuk tindakan pembantaian keluarga Kinara.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved