Jumat, 10 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

EKSKLUSIF

Rektor Perempuan Pertama di Riau Ini Jalankan Pesan Ayah

Hasnati menorehkan sejarah sebagai perempuan pertama di Riau yang menduduki jabatan bergengsi di dunia akademik tersebut.

Editor: harismanto
TribunPekanbaru/FirmauliSihaloho
Rektor Unilak, Dr Hj Hasnati SH MH 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Bersempena Hari Kartini, yang jatuh hari ini, Jumat (21/4/2017), Tribun mengangkat kisah tiga perempuan tangguh Riau. Salah satunya Dr Hj Hasnati, SH, MH, Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak), Pekanbaru.

Hasnati menorehkan sejarah sebagai perempuan pertama di Riau yang menduduki jabatan bergengsi di dunia akademik tersebut.

Semua berkat kegigihannya dalam menuntut ilmu. Paling akhir, ia meraih gelar doktor di Universitas Islam Bandung (Unisba) pada 2014 silam.

Dia menuturkan, semangat dan hasrat meraih pendidikan hingga setinggi-tingginya merupakan amanah dari kedua orangtuanya, Chaidir Anwar dan Chadijah Ali.

Selain itu, secara khusus, sang ayah berpesan bahwa pekerjaan yang paling baik bagi perempuan adalah dengan menjadi guru.

Menjadi pendidik, pembimbing dan pencetak generasi bangsa yang berkualitas.

"Alhamdulillah, sebagai bakti kami kepada ayah, empat anak perempuan yakni saya serta kakak dan adik memilih jalan hidup mengabdi di lembaga pendidikan ini,” ungkapnya kepada Tribun, Rabu (19/4/2017).

Mengawali karier sebagai dosen hukum di Unilak pada 1985, Hasnati muda terus menempa diri.

Ia tidak puas begitu saja dengan pencapaian yang ada.

Bagi ibu seorang putra ini, ia menyadari betul, bahwa pada hakikatnya manusia adalah makhluk pembelajar.

"Begitu pentingnya belajar sehingga Rasulullah SAW sampai bersabda ‘tuntutlah ilmu dari buaian ibu hingga ke liang lahat’,” kata dia.

Apalagi, semangat untuk terus belajar didukung penuh oleh ibunya, yang menyarankan agar ia melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Maka, ketika ada kesempatan untuk terus melanjutkan kuliah, saya ambil dan berusaha maksimal. Hingga akhirnya berada pada capaian seperti ini (menduduki kursi rektor)," terang dia.

Di sisi lain, Hasnati menyadari fitrahnya sebagai perempuan.

"Menurut pendapat saya, kesuksesan yang dalam berkarier bagi seorang wanita hendaknya tidak melepaskan fitrah kita sebagai ibu di dalam rumah tangga. Kita harus menyeimbangkan posisi dalam karier dan sebagai ibu rumah tangga," jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved