Indragiri Hilir
Dikejar dan Hampir Dimangsa, Keberadaan Harimau di Desa Tanjung Simpang Bukan Hal Baru
Para penebang itu memakannya (harimau). Namun setelah itu hampir seluruh orang yang memakan itu juga jadi korban.
Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: M Iqbal
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru : T. Muhammad Fadhli.
TRIBUNPEKANBARU. COM, TEMBILAHAN – Sebelum munculnya seekor harimau di pemukiman warga di Kanal 25, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), ternyata telah banyak kisah mengenai keberadaan binatang yang di lindungi tersebut.
Keberadaan harimau di Desa Tanjung Simpang ternyata bukanlah hal baru, karena wilayah tersebut memang merupakan habitat harimau.
Baca: BBKSDA Riau : Harimau di Desa Pelangiran Hanya Lewat dan Kembali ke Habitatnya
Baca: Harimau Liar Berkeliaran Dipemukiman dan Nyaris Memangsa Warga di Inhil
Namun entah apa sebabnya, akhir – akhir ini binatang tersebut sering menampakkan dirinya dan kerap membuat warga takut.
Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Simpang, Brigadir Erwin A menuturkan, belum diketahui sebab sehingga harimau itu menunjukan keganasannya, mengingat di Desa Tanjung Simpang ini memang banyak habitat binatang yang di lindungi itu.
“Dalam beberapa hari belakangan ini memang sering melihatkan dirinya ke warga sekitar. Tetapi tidak ada mengganggu dan mengejar-ngejar masyarakat yang berada di sekitaran TKP. Namun dua hari belakang ini, entah kenapa semakin mendekati pemukiman warga bahkan hingga mengejar warga disana,” ujar Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Simpang, Brigadir Erwin A melalui sambungan selulernya, Rabu (24/5/2017).
Akibat dari aktifitas harimau tersebut, saat ini warga masih merasa resah bahkan takut-takut untuk melakukan kegiatan sehari-hari.
Apalagi setelah kemunculannya dalam beberapa hari belakangan ini.
Harimau tersebut diduga masih berkeliaran di wilayah sekitar.
Namun pada hari ini, Rabu (24/5), menurutnya hewan tersebut belum kelihatan menampakkan diri.
"Kita himbau kepada warga agar untuk selalu berwaspada, dan kita sudah melakukan koordinasi dengan pihak BKSDA untuk menindaklanjutinya,"sambung Erwin.
Berbagai cerita dari warga seputar keberadaan harimau yang telah di dengar oleh Erwin.
Seperti kisah beberapa orang penebang kayu yang pernah menjadi korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/harimau-liar-di-inhil_20170523_213916.jpg)