Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Monyet Peliharaan Jadi Target Mangsa Ular Piton

Setelah itu warga meminta tolong kepada Maman yang dikenal berani memegang ular. Pria yang akrab disapa

Editor:
TRIBUN TIMUR/RENI KAMARUDDIN
Ilustrasi: Puluhan warga di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menangkap ular piton sepanjang delapan meter di dekat kandang ternak sapi milik warga, pada 19 Juli 2016 lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seekor ular piton sekitar empat meter ditangkap warga saat hendak memangsa monyet peliharaan Agus Mayadi (45), warga Gang Dinasti, Jalan Purnama I, Pontianak, Selasa (20/6/2017).

Agus mengungkapkan ular piton tersebut ditangkap teman-temannya saat mereka baru pulang dari salat Tarawih.

 
"Ditangkapnya di tepi jalan gang ini. Kawan-kawan mendengar suara monyet peliharaan saya ini suaranya ribut. Setelah dilihat ularnya sudah membelit monyet peliharaan saya," cerita Agus kepada Tribun Pontianak.

Setelah itu warga meminta tolong kepada Maman yang dikenal berani memegang ular. Pria yang akrab disapa Cak Maman itu dibantu pawang Madi.

Ular piton yang ditangkap malam itu menurut Agus adalah ular ketujuh yang berhasil ditangkap warga selama ini.

"Di sini memang sering ada ular. Tiga pekan lalu juga ada ular piton yang ditangkap di Pos Siskamling belakang sana. Cuma agak lebih kecil dari yang ini. Kalau yang sebelum-sebelumnya lebih besar dari yang ini," ia menjelaskan.

Sebelum dimasukkan ke dalam karung piton tersebut tampak buas, berusaha melarikan diri ke arah semak belukar.

Setelah berhasil ditangkap warga melakban mulut ular dan selanjutnya dimasukkan ke dalam karung.

Agus menduga ular piton berasal dari lahan depan rumahnya bukan milik warga sekitar yang banyak semak belukar dan tak terawat.

"Di situ kan tanahnya gambut itu, makanya banyak ular, selain itu di sini juga biasanya banyak biawak," Agus menambahkan.

Agus mengakui hewan-hewan ternak milik warga di kawasan kerap diganggu atau dimangsa ular maupun hewan lainnya seperti biawak.

Sehingga, warga merasa khawatir terhadap gangguan hewan buas tersebut. Terutama bagi anak-anak yang kerap bermain di depan rumah.

 
"Ular piton ini biasanya mereka makan ayam milik warga. Yang kami khawatirkan, lama-lama ular ini makan orang, anak bayi sedang main di depan rumah," kata dia.

Jika tidak ada pihak mengambil alih ular piton ini kemungkinan warga akan memeliharanya. Namun jika pihak BKSDA Kalbar datang mengevakuasinya, warga akan menyerahkan secara sukarela.

"Kalau memang nanti sudah tak sanggup mungkin dikasih ke komunitas pecinta reptil atau ke BKSDA Kalbar. Kalau dilepasliarkan kami khawatir ular ini datang lagi. Terutama mengganggu warga di sekitar sini lah pastinya," beber dia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved