Jumat, 10 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pria 57 tahun ini Perkosa Gadis Buta Berumur 11 Tahun

Pelaku pria berusia 57 tahun itu memperkosa dan melakukan penyerangan seksual setelah membius kakeknya.

Penulis: | Editor:
viral4real
Pelaku pemerkosaan 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Orang buta sering dimanfaatkan karena kecacatan mereka.

Namun, seorang gadis buta dari Bulacan di Filipina dapat mengidentifikasi pemerkosanya sebagai bagian dari keluarganya.

Dia mengenali suaranya, membuatnya mampu melaporkan apa yang telah lakukan padanya.

Dilansri dari viral4real rupanya, pelaku pria berusia 57 tahun itu memperkosa dan melakukan penyerangan seksual setelah membius kakeknya.

Menurut laporan, pelaku bernama Romeo Tadero.

viral4real
viral4real

Dia sedang minum bersama dengan kakek korban pada hari penyerangan tersebut.

Kakeknya kemudian mengklaim bahwa minumannya pasti 'ada sesuatu' karena ia langsung tertidur sesaat setelah dua gelas.

Dilaporkan juga bahwa satu-satunya orang di rumah mereka saat itu adalah Tadero, kakek korban, dan korban yang 11 tahun.

Menurut keluarga korban, Tadero sering menginap di rumah mereka karena dia adalah 'teman keluarga'.

viral4real
viral4real

Sementara itu, korban diwawancarai, yang ia ceritakan, "Sabi niya po, gusto niya raw po akang ligawan. Tinataas ko po 'yung shirt ko, sabi ko po,' Ayaw ko po. 'Papatayin niya mentah po ako' pag nagsumbong. "

[Dia bilang dia ingin mengadili saya. Dia menarik baju saya dan saya berkata 'Saya tidak mau'. Dia bilang dia akan membunuhku jika aku memberitahu siapa pun tentang apa yang dia lakukan.]

Rupanya, orang tua korban keduanya berada di Cavite dan sedang bekerja.

Serangan itu hanya terputus saat kakaknya korban pulang.

Tadero tidak menyangkal kejahatan itu dan berkata, "Sabi ko mahal ko siya ... inaako ko po 'yung kasalanan ko."

[Saya katakan padanya bahwa saya mencintainya ... saya akui apa yang saya lakukan.]

Inspektur Polisi Santos Mera dari Kantor Polisi Cainta mengatakan, "Talagang plinano niya na ... balak niyang samantalahin kasi nag-iisa lang 'yung doon sa kuwarto, sa bahay."

[Dia merencanakan segalanya. Dia sengaja menyerang gadis itu karena tahu dia sendirian di ruangan di rumah tersebut.](*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved