BRI Bantu Pengembangan Pariwisata dari Produk Pembiayaan UKM
Para pelaku UMKM yang kategorinya masuk di bisnis sektor pariwisata, seperti kuliner dan souvenir sangat banyak di Riau.
Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: M Iqbal
Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Ikhwanul Rubby
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Bank Rakyat Indonesia (BRI) dukung pengembangan potensi pariwisata di Riau. Sebagai bentuk dukungan Badan Usaha Milik Negara ini menyediakan pembiayaan Keredit Usaha Rakyat bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) disektor tersebut.
Pemimpin Wilayah BRI Pekanbaru, Erizal, Selasa (1/7), mengatakan potensi wisata Provinsi Riau banyak berada di daerah-daerah kabupaten, karena itu BRI dalam rangka membantu masyarakat dengan memperkuat jangkauan dengan pembuatan cabang di daerah.
"Pembukaan cabang ini akan terus kami lakukan dengan melihat potensi yang ada," tuturnya.
Ia mengatakan BRI selalu siap dalam membantu para pelaku UMKM yang merupakan target dari layanan yang diberikan BRI.
Dirinya menilai para pelaku UMKM yang kategorinya masuk di bisnis sektor pariwisata, seperti kuliner dan souvenir sangat banyak di Riau. Walau demikian seringkali para pelaku terkendala dalam hal penyajian produk agar dapat diterima di pasar.
Pengemasan menarik pada produk yang ditawarkan mesti menjadi perhatian saat ini, pengemasan yang baik ini butuh biaya dan untuk itu BRI siap membantu.
Melihat hal ini ia menilai butuh kordinasi antara instansi terkait dan perbankan. Nanti tentunya dari kordinasi ini pemerintah bisa jadi penyuluh dan BRI jadi pihak yang menyediakan pembiayaan.
Ia mengatakan hingga Juli 2017 ini khusus pembiayaan UMKM, BRI sudah menyalurkan pembiayaan sebanyak Rp 14,8 Triliun.
Pembiayaan disektor tersebut BRI menyediakan plafon mulai dari Rp 500.000,- dengan bunga pertahun 9 persen.
Dari jumlah yang disalurkan tersebut pengembalian dari pembiayaan ini cukup baik tercatat, dengan rasio kemacetan pengembalian dibawah 1 persen.
Selain itu mendukung era digital BRI terus meningkatkan pemanfaatan teknologi pembayaran elektroniknya, yakni Brizzi kepada para nasabahnya.
"Alat pembayaran ini tentunya akan sangat memudahkan masyarakat dalam bertransaksi. Penggunaan alat tersebut hampir menyerupai dompet namun menggunakan sistem elektronik, sehingga uang aman," katanya.
Disampaikan uang elektronik ini mampu memuat saldo maksimal Rp 25 juta perhari. Dengan ini nasabah jadi tidak perlu lagi takut membawa uang banyak.(*)