Wanita ini Temukan Video Dirinya Diperkosa Sang Suami Berulang Kali Saat Tidur
Korban merasa jijik melihat rekaman yang mengerikan itu saat dia mulai penasaran dengan sebuah aplikasi yang disebut 'Video Locker'
Penulis: | Editor:
TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang istri yang ketakutan mendapati suaminya telah berulang kali memperkosanya saat dirinya sedang tidur.
Hal itu diketahuinya saat dia menemukan video serangan yang mengejutkan tersebut di telepon genggamnya.
Korban merasa jijik melihat rekaman yang mengerikan itu saat dia mulai penasaran dengan sebuah aplikasi yang disebut 'Video Locker' di telepon suaminya dan memutuskan untuk menyelidikinya.
Rangkaian video tersebut menunjukkan suaminya melakukan tindakan seksual yang memuakkan pada istrinya yang sedang tidur di tempat tidur mereka.
Selama satu serangan yang memuakkan suami berejakulasi ke wajah istrinya dan kemudian menyekanya sebelum dia terbangun.
Di adegan lain yang telah diperbesarnya untuk merekam beberapa rekaman perkosaan grafis.
Dilansir dari dailymail pria bejat yang bernama Recorder Baird dari Newcastle saat ini dipenjara selama sembilan tahun.
Baca: Biker Wanita Seksi ini Meninggal Saat Berkendara Moge dengan Baju Seksi dan High Heels
Baird mengatakan dia melakukan itu untuk kepuasan seksualnya sendiri dan memperlakukannya sebagai objek untuk fantasinya dengan mengabaikan sikap etis kepada istri.
Pengadilan Newcastle mendengar bahwa korban menghubungi suaminya setelah menonton videonya dan mengatakan kepadanya bahwa dia baru saja melihat video tentang suaminya memperkosa dirinya.
Dia tidak pernah kembali ke rumah dan menyerahkan dirinya ke polisi saat dia menyadari bahwa dia telah tertangkap.
Sang suami, yang berusia 30-an tahun, mengaku bersalah atas tiga tuduhan pemerkosaan, salah satu serangan dengan penetrasi, salah satu percobaan pemerkosaan dan satu serangan seksual.
Dalam sebuah pernyataan, korban yang trauma tersebut mengatakan bahwa hidupnya telah hancur berantakan saat dia berjuang untuk menyesuaikan diri dengan tindakan suaminya.
"Pada bulan Maret 2017, saya menemukan bahwa suami saya telah menyalahgunakan saya secara seksual. Sejak hari itu, hidup saya dan anak-anak kita telah benar-benar terbalik dengan cara yang masih belum bisa saya hadapi." ungkapnya.
Baca: Nenek ini Bunuh 17 Ular Berbisa Tepat di Depan Rumahnya, Begini Dia Melakukannya
Korban, yang sekarang sedang menjalani pengobatan, mengatakan bahwa dia sekarang khawatir tentang masa depannya dan
"Saya tidak pernah berpikir dia akan mampu melakukan apa yang telah dia lakukan." ujarnya.
Dia merasa dibodohi dan suaminya sepertinya tidak mau bertemu dengannya lagi.
Pengadilan diberitahu bahwa pasangan tersebut telah bersama-sama selama lebih dari 10 tahun ketika pria tersebut memulai pelecehan mengerikan pada bulan September tahun lalu.
Jaksa penuntut Mark Giulianimengatakan pada tanggal 14 Maret tahun ini, terdakwa berangkat kerja. Saat dia lupa membawa telepon genggamnya, penggugat mengambil kesempatan untuk melihat telepon dan melihat ada sesuatu yang disebut Video Locker.
"Awalnya, dia tidak bisa mengaksesnya, dan membuatnya curiga." ungkapnya.
Dia akhirnya berhasil mendapatkan akses ke program tersebut dan merasa ngeri dengan apa yang dia temukan.
"Ini menunjukkan rekaman video terdakwa yang berpartisipasi dalam aktivitas seksual bersama istrinya saat dia tidur. Rekaman itu kemudian hancur." tambhanya.
Pengadilan mendengar video tersebut bervariasi panjangnya dari 30 detik sampai dua menit dan masing-masing menunjukkan kesempatan yang berbeda dari pria yang memperkosa atau menyiksa istrinya yang sedang tidur.
Pada saat korban pergi ke polisi, suami telah menyerahkan diri untuk memberi tahu petugas.
"Saya telah berhubungan seks dengan istri saya. Dia tidak mengizinkan. Dia menemukan dan melihat video di telepon saya." ungkapnya.
Richard Herrmann pembela tersangka mengatakan ada penyesalan dan kesadaran asli atas kerugian yang ditimbulkannya dan kemauannya untuk membuat perubahan.
"yang harus dilakukan pria ini agar dia dapat menjalani kehidupan normal setelah hukuman kustodian yang tak terelakkan yang akan dia terima hari ini." ungkap Richard.
Baird dipenjara selama sembilan tahun dan memerintahkannya untuk menandatangani Register Pelanggar Seks seumur hidup,
"anda menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan istri Anda kepada Anda. Antara bulan September 2016 dan Maret tahun ini, Anda memperkosa dan melakukan pelecehan seksual saat dia tidak mampu memberikan persetujuan atas tindakan Anda." ungkapnya.
Dia mengambil pandangan dan mengambil keuntungan dari fakta bahwa istrinya sedang minum dan tidur nyenyak.
"Anda melakukannya untuk kepuasan seksual Anda sendiri dan memperlakukannya sebagai objek untuk fantasi Anda, mengabaikan keinginan atau kebutuhannya." tutupnya.(*)